Awas, Modus Minta Uang Agar Motor Kembali


MALANG – Kriminalitas semakin liar. Tak hanya berkeliaran di jalanan, pelaku kejahatan pun mengincar korbannya lewat media sosial. Contohnya saja, Puguh Setiawan, 28, warga Pondok Mutiara, Desa Dengkol, Singosari. Setelah kecurian motor, ada pelaku yang mencoba menipunya dengan meminta transfer uang agar motornya dikembalikan.
Peristiwa kejahatan ini berawal saat korban salat tarawih di Masjid Al Ikhlas, Dengkol. Pada Jumat 1 Juni 2018 lalu, Puguh menjalankan ibadah menjalankan ibadah salat taraweh. Dia mendatangi masjid tersebut sekitar pukul 18.30.
Layaknya jamaah pada umumnya, dia memarkir motor Yamaha Mio hitam, N 3134 AR tersebut di sekitar masjid. Karena kondisi ramai, Puguh tak merasa curiga sedikitpun tentang kemungkinan motornya akan digondol maling. Dengan tenang, Puguh menjalankan ibadah salat taraweh.
Namun, ketika hendak pulang, Puguh kebingungan karena motor miliknya sudah tak ada di tempat semula.  “Kejadian sekitar pukul setengah delapan malam sampai jam 8 malam. Karena saya jam setengah delapan baru datang parkir, pulang sekitar jam 8 lebih hampir setengah sembilan malam,” kata Puguh.
Dia mencoba mencari informasi dari warga sekitar. Sayangnya, tak ada satu orang pun yang melihat kejadian maupun mengetahui keberadaan motornya. Puguh mengatakan peristiwa ini minim saksi sehingga dia kesulitan melacak keberadaan motornya sesaat setelah hilang dari parkiran masjid.
“Soalnya di depan motor saya banyak kendaraan lain yang parkir, dan gak ada tanda-tanda motor lain dirusak. Di sini gak ada CCTV, sehingga pencuriannya tidak jelas kapan. Saya mengunci motor saya kok,” terang Puguh.
Masyarakat yang mengetahui motor Puguh hilang, ikut membantu mencari ke sekitar area pencurian. Sayang, upaya tersebut tidak berhasil. Puguh masih belum melaporkan kasus ini ke kantor polisi. Karena, dia bertekad mencari sendiri motor miliknya. Namun, setelah kasus pencurian tersebut dibagikan di media sosial, Puguh mengalami peristiwa tidak mengenakkan.
Dia menerima sebuah panggilan telepon dari seseorang yang tak dikenal. Penelepon misterius ini mengatakan motor tersebut sudah dikuasai dan bisa dikembalikan kepada korban. Hanya saja, oknum penelepon misterius tersebut meminta ganti imbalan uang lewat transfer bank agar motor miliknya kembali.
Untungnya, Puguh cukup sigap untuk bersikap waspada. “Saya gak percaya blas, soalnya di motor saya itu ada STNK motor. Saya tanyakan kepada dia, tapi dia mengelak dan gak bisa jawab. Akhirnya panggilan itu saya tutup,” terangnya. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :