Rekonstruksi Pembunuhan Janti, Peragakan 23 Adegan


MALANG - Tim Inafis Polres Malang Kota dipimpin Kanit Inafis Ipda Subandi dan Tim Reskrim Polsek Sukun menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Donny Suprayitno alias Pak Yit, Selasa (5/6), kemarin. Pada rekonstruksi pembunuhan terhadap warga Jalan Simpang Raya Langsep tersebut, ada 23 adegan diperagakan dan berpindah ke beberapa TKP, pelakunya Teguh Susatya 49,  warga Jalan Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji bersikap kooperatif.
Adegan pertama dilakukan di sebuah bangunan yang terletak di depan RS Soepraoen. Disana, pihak kepolisian menghadirkan beberapa saksi. Pada TKP tersebut, menceritakan kejadian awal tersangka Teguh Susatya, bertemu dengan korban.
Ketika itu, Teguh berusaha mencari Pak Yit dan sempat bertemu dengan beberapa saksi. Setelah bertemu, korban kemudian menanyakan soal utang yang dimiliki Teguh, yakni sekitar Rp 200 ribu.
Setelah itu, Teguh membonceng Pak Yit untuk pergi ke sekitar Pasar Besar, Kota Malang dan lanjut ke sekitar kawasan Pasar Comboran. Ketika sampai di Pasar Comboran, pelaku membeli minuman yang telah diisi dengan racun biji jarak. Mereka berdua duduk di pinggir jalan dan Teguh meminta korban untuk meminum racun tersebut.
Setelah minum, korban merasa pusing, bukannya ditolong. Teguh malah meminta korban untuk melahap habis minuman beracun itu. Selanjutnya, Teguh kembali membonceng korban dan mengajaknya pergi. Bahkan, ketika naik motor, korban sempat lemas dan tak berdaya.
Setelah itu, Teguh membawa korban ke kawasan makam Janti. Setiba disana, ia kemudian menurunkan korban dan langsung menyandarkannya di tembok. Setelah korban mulai tak berdaya, ia mulai direbahkan di kawasan makam dalam keadaan telentang.
Setelah itu, Teguh membalik tubuh korban ke dalam posisi telungkup, posisi korban terakhir ketika ditemukan sudah tak bernyawa oleh polisi.
Setelah ia yakin bahwa korbannya meninggal, ia kemudian tancap gas dan kabur. Sebelumnya,  pelaku sempat mengambil ponsel milik korban dan disimpan di dalam tas. Ketika perjalanan pulang, Teguh membuang sim card HP milik korban untuk menghilangkan jejak.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, S.IK, MH mengatakan keduanya adalah rekan kerja, sama-sama kuli bangunan. Berdasarkan pengakuan dari pelaku, ia juga melakukan pembunuhan serupa terhadap dua orang lainnya. Namun, TKP ada di kawasan Kabupaten Malang.
"Korban lainnya ada di Kabupaten Malang," beber beberapa waktu lalu.
Atas perbuatannya tersebut, Teguh harus meringkuk di jeruji besi dan dikenakan pasal 340 dan 306 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun pernjara.(tea/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...