Ivo: Saya Difitnah Conrad

 


 
MALANG -  Ivo Kristiana, 33, sebenarnya berusaha berdiam diri untuk menyelesaikan masalah mantan Ketua KSU Teratai Mas Bhuwana (TMB), Conrad Notoatmodjo. Namun merasa nama baiknya lama-lama dicemarkan, warga Jalan Puncak Tidar Malang ini pun gerah.
Ia akhirnya blak-blakan buka suara perkara penipuan dan penggelapan yang ditudingkan Conrad kepada dirinya. Khusus kepada Malang Post, wanita ini menegaskan sudah melaporkan warga Jalan Lembah Dieng D7, Desa Kalisongo, Dau itu ke Mapolres Malang Kota (Makota).
“Saya sudah difitnah,” tegasnya sambil membawa bukti-bukti yang dapat menjerat Conrad ke dalam penjara. Ia juga menunjukkan surat tanda bukti lapor dari Polres Malang Kota, No: STBL/296/IV/2018/Jatim/Res Mlg Kota, tanggal 16 April 2018, tentang penggelapan dalam jabatan yang dilakukan Conrad.
“Sejak ia dipecat dalam rapat anggota luar biasa Februari 2018, saya sudah mengirimkan surat permohonan agar ia mengembalikan berbagai berkas yang dibawanya,” tutur dia.
Mulai laporan keuangan tahun 2013 – 2017, buku-buku bank serta bukti setor, kunci filling cabinet accounting ataupun stempel koperasi. Selain itu pula, puluhan sertifikat yang  menjadi jaminan koperasi serta uang dalam brankas sejumlah Rp 297.936.550.
“Saya minta semuanya dikembalikan selambat-lambatnya tanggal 28 Maret 2018 sebagai bentuk pertanggungjawaban ketua lama,” tegas Ketua KSU TMB di Jalan Kawi Malang tersebut.
Gelagat ketidakberesan Conrad dalam hal keuangan, sebenarnya diakui sudah terjadi sejak akhir tahun 2017. Hingga tanggal 10 Januari 2018, ia juga melayangkan surat kepada Conrad untuk mentransferkan uang sejumlah Rp 297.936.550, dengan alasan untuk kelancaran operasional koperasi.
“Saat itu saya masih menjadi bendahara KSU TMB. Saya minta dia sebagai ketua KSU TMB untuk mengembalikan uang tersebut,” tegasnya.
Apalagi, ungkap Ivo, uang tersebut juga dipergunakan untuk proses pencairan simpanan berjangka milik Sardjono Notoatmodjo, orang tua Conrad. Meski didera permasalahan akibat perbuatan Conrad, namun secara umum, Ivo menegaskan kondisi KSU TMB baik-baik saja.
“Masih berjalan seperti biasa. Sebab, kebanyakan nasabah koperasi adalah kenalan saya. Dan mereka percaya, saya tidak berbuat seperti yang dituduhkan Conrad,” tegas dia.
Dari informasi yang diperolehnya, pasca diberhentikan dan membawa puluhan sertifikat itu, Conrad melakukan penagihan sendiri kepada nasabah KSU TMB melalui Doddy Moeryantono, SH dan Rudy Murdany, SH, kuasa hukumnya.
Conrad melakukan somasi secara pribadi kepada para nasabah. Isi surat somasi yang dikirimkan, yakni nasabah diminta menyelesaikan tanggungannya dengan jaminan sertifikat hak milik. 
“Apabila tidak dilunasi, maka dengan sangat terpaksa, jaminan atau agunan yang diberikan, akan dijual secara lelang di muka umum,” tulis  Doddy Moeryantono dalam somas itu.
 
Laporan Salah Alamat
SEMENTARA itu, menyikapi laporan Indrasari Kusumo, 64, warga Jalan Sambisari Indah Surabaya atas dugaan penipuan dan penggelapan bilyet giro (BG) Rp 100 juta yang ditanamkan di koperasi itu, wanita ini justru mengatakan salah alamat.
“Silakan tanya ke Conrad, anaknya,” kata dia.
Pasalnya, saat jatuh tempo pada 27 Desember 2017, Conrad masih menjadi Ketua KSU TMB hingga akhirnya dilengserkan rapat anggota pertengahan Februari 2018 karena empat bulan tidak bekerja.
“Saya sebenarnya sudah berulangkali minta tandatangan pencairan, tapi Conrad tidak mau tanpa alasan jelas,” paparnya.
Namun sebaliknya, pria yang pernah bekerja di salah satu bank di Surabaya ini, mencairkan simpanan berjangka milik nasabah lain, tanpa diketahui oleh Ivo.
“Saya juga diserang oleh Conrad dan mamanya, seolah-olah saya yang menggerogoti keuangan koperasi,” pungkas wanita berambut pendek ini. (mar)  

Berita Lainnya :

loading...