Segera Gelar Reka Ulang Pembunuhan Pegawai Toko Modern

 
MALANG - Kasus penculikan berujung tewasnya Puji Astrianto, karyawan salah satu toko modern di Pakisaii segera direkonstruksi. Polres Malang segera menggelar reka adegan kasus penculikan yang terjadi akhir Mei lalu.
Ini dilakukan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP), sekaligus mencocokkan keterangan para pelaku. Sebelum lebaran, diharapkan rekonstruksi sudah dilakukan. Hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda. 
Menurutnya, untuk rekonstruksi, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Denpom V/3 Brawijaya. Karena salah satu pelaku yang diketahui berstatus anggota TNI AD, yakni Praka Nana Suryana ditangani oleh Denpom. Selain itu, barang bukti seperti kendaraan mobil yang menjadi sarana menculik juga diamankan di Denpom.  
"Tiga pelaku yang kami tangani, juga baru Kemarin diperiksa oleh Denpom. Apalagi Denpom juga meminta untuk melakukan rekonstruksi bersama-sama," ujar Adrian. 
Jika rekonstruksi nantinya hanya dilakukan Polres Malang, petugas akan reka adegan penculikan dengan tiga pelaku yang diamankan. Sedangkan untuk peran Praka Nana Suryana, digantikan oleh peran pengganti. Rekonstruksi pun rencananya dimulai dari tempat bekerja korban. 
Seperti diberitakan, Polisi Militer dan Polres Malang membongkar gundukan tanah berisi mayat di Kebun Sengon, Dusun Boro, Desa Jabung, Jabung, Selasa (29/5) lalu. Mayat itu adalah jasad Puji Astrianto, warga Jalan Bunga Srigading  Malang.
Sebelum tewas dan dikubur, korban terlebih dahulu diculik seusai pulang kerja di salah satu toko modern. Kedua tangan korban diikat, mulut dilakban dan dimasukkan ke dalam mobil Suzuki Carry, N 1193 CR.
Hasil otopsi kematian korban sementara, diketahui bahwa Puji tewas karena lemas. Ternyata bukan karena kekerasan atau luka karena benturan di kepala akibat kecelakaan. Pasca terkuaknya kasus penculikan itu, Praka Nana Suryana langsung ditangani pihak Denpom. 
Sedangkan tiga pelaku lainnya berhasil diamankan Polres Malang. Dua pelaku diamankan Selasa malam yakni (Farhan) dan C (Capung). Sedangkan satu pelaku lagi berinisial GT, yang tercatat sebagai pelajar SMK di Malang, ditangkap selang dua hari kemudian. (agp/mar)

Berita Lainnya :

loading...