Dewan Tersangka KPK Buka Mulut

 
MALANG – Mendekati Idul Fitri, kasus suap yang menyeret 19 anggota DPRD Kota Malang memasuki lembaran baru. Sebagian dari 18 tersangka yang ditahan KPK di Jakarta mengakui menerima suap yang dibagikan mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono. Beberapa di antara mereka bahkan sudah mengembalikan uang suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015 itu.
Para wakil rakyat yang ditahan lembaga antirasuah berubah sikap menjadi kooperatif  dari sebelumnya bersikukuh mengaku tak menerima suap sejak April hingga Mei. Hanya saja mereka menuntut keadilan agar semua anggota DPRD Kota Malang diperiksa lagi. Perkembangan terbaru ini tentu membuat anggota dewan yang tersisa ketar ketir, khawatir ikut diciduk KPK.  
Perubahan sikap para anggota dewan yang sedang ditahan di Jakarta itu diperoleh Malang Post dari sumber informasi terpercaya yang mengetahui proses penyidikan di KPK. Sumber tersebut memberi informasi itu sejak Rabu (6/6) dan Kamis (7/6) kemarin. Meski demikian, kabar ini sebelumnya sudah mulai menyeruak sejak pertengahan Mei lalu. 
“Sekitar 14 atau 16 (tidak ingat persis) dari 18 anggota dewan yang ditahan sudah mengakui semuanya. Mereka juga mulai mengembalikan (uang suap) dengan cara nyicil. Sekarang kooperatif sama penyidik, makanya penyidik diminta usut semua anggota dewan,” kata sumber Malang Post tersebut sembari menambahkan hanya dua dari 18 tersangka yang ngotot tak mengaku terima suap. Kabarnya, dua anggota dewan yang ngotot tidak menerima suap adalah Bambang Sumarto dan Ya’qud Ananda Gudban. Meski demikian, kebenaran informasi ini belum terkonfirmasi sebab Ketua KPK dan jajarannya tidak merespons telpon maupun WhatsApp dari Malang Post. 
Sumber ini lalu mengungkapkan kisah kooperatif para wakil rakyat yang sedang ditahan di sejumlah rutan di Jakarta oleh KPK. Pada April dan Mei lalu, penyidik memeriksa dengan cara mengkonfrontir, akhirnya mereka luluh. “Awalnya, sesama anggota dari setiap fraksi dikumpulkan jadi satu lalu ditanya penyidik.Akhirnya semua jujur dan menyebut nama teman-teman dewan yang terima uang itu (suap),” bebernya. 
Setelah itu, lanjut dia, para ketua fraksi yang ada dalam tahanan KPK diperiksa penyidik secara bersama. Metodenya sama, dengan cara konfrontir. Akhirnya beberapa ketua fraksi yang sedang ditahan itu pun ‘bernyanyi’ menyebut nama teman-temannya sendiri yang juga diduga terima suap.  
“Mereka kini minta keadilan untuk semua. Katanya, siapa yang terima (suap) tapi masih bebas harus diproses. Ya sama-sama jadi tersangka dan ditahan,” ujar sumber ini. 
Ia menyebutkan, pengakuan anggota dewan yang jadi tersangka itu jadi lembaran baru penyidikan. Menurut informasi yang ia terima, penyidik KPK kini mulai bekerja untuk menuntaskan kasus tersebut. 

Berita Lainnya :