Rampas Motor Modus Lawas

 

 
SURABAYA - Meski sudah modus lawas, namun menuduh korban menabrak adik untuk mencari sepeda motor masih ampuh. Terbukti polisi menangkap salah satu tersangkanya, dia adalah Candra Tantoyo,29. Pria yang tinggal di Jalan Gresik PPI  7 /47 Surabaya  ini diringkus usai merampas motor milik seorang remaja di kawasan Sidoarjo.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Tinton mengatakan  penangkapan Candra dilakukan di kawasan Jalan Krembangan Baru, Surabaya pada Selasa (5/6), lalu. Penangkapan tersebut berawal saat polisi mendapatkan informasi adanya pelaku perampasan yang hendak menjual motornya di kawasan tersebut. 
“Setelah itu, kami melakukan pengintaian hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka Candra,” ungkap AKP Tinton Yudha Riambodo. 
Tinton mengatakan dari penangkapan itu, pihaknya mengamankan satu unit motor Honda Vario warna putih bernopol W 3128 AY.  Setelah ditelusuri, motor tersebut merupakan hasil perampasan yang dilakukan Candra bersama seorang temannya AD (DPO). Mereka merampas motor itu dari tangan Candra Pujianto,18, di kawasan Tropodo Sidoarjo. 
“Saat ini, teman tersangka masih dalam proses pengejaran. Kami sudah mengantongi identitasnya,” terangnya.
Kemudian dalam menjalankan aksinya, Candra biasa berkeliling berboncengan sepeda motor bersama AD. Mereka mencari sasaran dengan target korban remaja-remaja yang masih polos dan mengendarai motor sendirian. Jenis korban tersebut dipilih lantaran mereka dengan mudah membujuk dan mengintimidasi korban yang kebanyakan masih polos itu.
“Setelah menemukan target, mereka lantas melakukan aksinya. Korban dibuntuti dan dihentikan. Setelah itu tersangka menuduh korban telah menabrak adiknya,” lanjut Tinton. 
Karena tak merasa menabarak, kebanyakan korban membantahnya. Namun dengan ancaman dan intimidasi, akhirnya tersangka mencoba menyakinkan korban dengan cara berpura-pura hendak menunjukkan lokasi penabrakan dan kondisi adik tersangka paska ditabrak.
“Kemudian salah satu tersangka membonceng korban, sedangkan motor korban dibawa oleh tersangka lain,” jelasnya. 
Setelah itu, korban diajak berputar-putar hingga akhirnya korban diturunkan. Lalu, tersangka kabur dengan membawa motor hasil perampasan.  Setelah itu, motor dikendarai ke Surabaya untuk dijual kepada penadah senilai Rp, 4 hingga Rp 5 juta.
Sementara itu, kepada polisi Candra mengaku sudah beraksi di dua lokasi di Sidoarjo. Selain di kawasan Tropodo, dengan modus yang sama ia juga pernah beraksi di depan SD Kemasan, Krian, Sidoarjo.  Ia mengaku melakukan aksinya ini untuk terakhir kali, sebab jika motor behasil terjual, dia sudah miliki cukup uang untuk merayakan lebaran. 
“Rencananya uang hasil penjualan motor tersebut akan saya gunakan untuk membeli baju lebaran dan memberikan uang untuk keponakan,” jelasnya. (yua/rud/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...