Polisi Periksa Semua Sopir Angkutan

 
MALANG - Mengantisipasi terjadinya kecelakaan ketika musim arus mudik dan balik, Polres Malang bersama BNN Kabupaten Malang dan Dinas Perhubungan, menggelar operasi sopir angkot dan bus di Terminal Talangagung Kepanjen, Jumat (8/6) pagi. Seluruh angkutan dan bus digiring masuk ke dalam terminal. Kemudian satu-persatu diperiksa kelengkapan surat-suratnya, kondisi fisik kendaraan serta kesehatan sopir. 
Semua sopir utama, cadangan dan kru bus dilakukan tes urine. Ini untuk memastikan bahwa seluruh sopir bebas dari narkotika. Jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba mangemudikan angkutan umum. 
"Mohon maaf ibu dan bapak penumpang, hari ini kami ada pemeriksaan untuk sopir angkutan dan bus. Kami tes urine jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba," ungkap Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, M Khoirul, kepada penumpang. 
Menurutnya jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba. Karena sangat membahayakan penumpang. Terlebih pada saat menjelang arus mudik dan arus balik nanti. 
Kanitlaka Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, juga mengimbau kepada penumpang untuk berhati-hati dan selalu waspada. Terutama pada orang yang baru dikenal, karena jangan sampai menjadi korban kejahatan. 
"Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain yang tidak dikenal. Karena bisa jadi itu adalah modus kejahatan dengan memberika obat bius dalam makanan atau minuman. Ingat anak-cucu dan keluarga menunggu di rumah, karenanya harus waspada dan berhati-hati," jelas Yoyok Supandi.
Sementara, Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (CPM) Agus Musrichin, mengatakan selain tes urine kondisi kesehatan sopir juga menjadi atensi untuk diperiksa. Tekanan tensi darah para sopir diperiksa apakah mengalami darah tinggi atau lainnya. 
"Kami digandeng oleh Polres Malang untuk mengecek kondisi kesehatan sopir. Ketika ada sopir yang terdeteksi mengkonsumsi narkoba, prosesnya akan kami serahkan ke Polres Malang," ungkap  Agus Musrichin. 
KBO Satlantas Polres Malang, Iptu Edi Purnama mengatakan, ada tiga hal yang harus dimiliki dan dipenuhi seluruh pengemudi angkutan umum dan barang yang melintas di wilayah hukum Satlantas Polres Malang. Yakni, pengemudi harus sehat, kondisi kendaraan harus layak alias sehat dan kelengkapan surat-surat kendaraan. 
“Tiga hal tersebut selalu kami tekankan. Karena untuk keamanan penumpang, tidak hanya kondisi kendaraan yang layak, tetapi juga kesehatan pengemudi," terang Edi Purnama, disela-sela pemeriksaan sopir angkutan. 
"Kami juga melalukan tes urine kepada pengemudi. Tujuannya untuk mendeteksi apakah mengkonsumsi narkoba. Jika ditemukan ada, akan kami proses kemudian kami menghubungi PO bus untuk mengganti sopir," jelasnya. 
Ditambahkannya, pemeriksaan terhadap sopir juga melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, untuk mmengecek kelengkapan kendaraan meliputi lampu, kondisi ban, klakson dan rem. Termasuk, tarif untuk angkutan umum. 
“Dari pemeriksaan seluruh kendaraan tidak ada yang bermasalah. Pengemudi banyak yang sudah memiliki Sim B2 umum. Untuk kondisi ban kendaraan yang halus, asalkan jarak tempuh dekat tidak masalah. Kalau untuk jarak jauh harus diganti,” tandasnya. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...