Pernah Dimassa, Masih Njambret Lagi

 
MALANG – Pernah menjadi sasaran amuk massa dan mendekam dalam penjara karena menjambret pada 2016 lalu, ternyata tidak membuat Sutrisno, 38, kapok. Faktanya, warga asal Pandaan yang tinggal di Desa Bringin, Wonosari ini, sejak Kamis lalu, kembali berurusan dengan polisi. Ia ditangkap Satreskrim Polres Malang, karena kasus yang sama yakni menjambret kalung.
“Tersangka ditangkap oleh anggota di rumahnya. Untuk sementara, baru lima TKP jambret yang diakui. Namun masih akan terus dikembangkan oleh anggota,” ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. Menurut dia, tersangka Sutrisno beraksi menjambret seorang diri. 
Modusnya dia keliling mencari calon mangsa, dengan mengendarai motor Suzuki Satria FU. Begitu mendapat calon mangsanya, tersangka langsung memepet korban dan merampas kalung.
“Selain menjambret kalung, tersangka juga menjambret dompet,” ungkapnya. 
“Semua sasarannya adalah wanita yang mengendarai motor,” tegas Ujung, sembari mengatakan bahwa akibat perbuatannya itu tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.
Sementara itu, tersangka Sutrisno mengaku, lima TKP jambret yang dilakukannya itu, dua kali di wilayah Sumberpucung dan tiga kali di wilayah Kepanjen. Terakhir dia menjambret kalung emas seberat 20 gram di Jalan Raya Talangagung, Kepanjen.
“Dari lima TKP itu, rata-rata saya menjambret kalung. Hasil menjambret saya jual kepada seseorang di Kepanjen. Saya menjambret lagi karena butuh uang,” tutur tersangka Sutrisno, sembari mengatakan sudah kapok dan tidak menjambret lagi ke depannya.
Disinggung waktu yang biasa digunakannya menjambret? Tersangka Sutrisno, mengatakan biasanya dia beraksi pagi dan sore hari.
“Saya mencari sasaran dengan keliling. Kalau tidak mendapatkan hasil, ya pulang. Tetapi ketika ada yang memakai kalung, langsung saya pepet dan tarik kalungnya,” ungkapnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...