Pengguna SS Ditangkap

 
SURABAYA - Imam Mubarok, 26, terpaksa berlebaran di penjara. Masalahnya, pria yang tinggal di Jalan Brebek 1 Nomor 13 Brebek Waru, Sidoarjo itu tertangkap saat akan transaksi sabu-sabu (SS) di dekat makam Ratu Tega Jalan Rungkut Tengah, Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Sudaryono mengatakan, tersangka yang masih bujangan itu ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu warga. Sebab pelaku kerap melakukan transaksi narkoba dan mengisap SS.
Kemudian anggota Tim Anti Bandit lantas melakukan pengintaian terhadap tersangka. Awalnya saat itu tersangka berangkat dari rumah ke kawasan Jalan Rungkut Tengah menggunakan motor. 
Sesampainya di kawasan makam Ratu Tega, lelaki yang kerap disapa Gombloh itu berhenti dan menunggu seseorang yang telah memesan SS kepada nya. Sambil terus mengisap rokok, pelaku seolah tanpa ada rasa curiga jika dirinya sudah menjadi target polisi. 
Tak berselang lama kemudian polisi yang menyamar menjadi preman lantas mendatangi pelaku. 
"Pas nunggu pembeli di sekitar makam tersebut tersangka kami sergap," kata Puguh.
Puguh menjelaskan, seketika itu tersangka pun tak bisa melarikan diri. Lalu polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap pakaian dan barang bawaan. Hasilnya polisi mendapati dua poket SS yang disimpan di saku celananya bagian depan kanan.
Terbukti memiliki SS tersangka beserta barang bukti lantas dibawa ke Mapolsek Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Kemudian polisi juga melakukan tes urine.
"Hasilnya setelah dites tersangka positif memakai narkoba," jelasnya.
Kepada penyidik lelaki pekerja serabutan itu mengaku selain menjadi pengedar juga mengisap SS sendiri.
"Sudah tiga bulan saya mengedarkan dan memakai," kata Imam dihadapan penyidik.
Lelaki lulusan SMK itu juga mengaku, nekat menjadi pengedar SS karena tergiur keuntungan yang didapat. Sebab, per poket yang dijual dirinya bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu. 
Dari penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti, dua poket SS, dan sebuah Handphone (HP). Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal enam tahun kurungan penjara. (rus/rud/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...