Laka Buring, Dua Pemuda Tewas

 
MALANG – Laka maut Jalan Mayjen Sungkono depan kantor Kecamatan Kedungkandang, Buring Kota Malang merenggut dua nyawa. Ahmad Arif, 17, warga Dusun Larangan, Dampit dan Januar Arsy, 18, warga Dusun Cokolio Regulo, Kepanjen meninggal dunia setelah mengalami tabrakan maut Sabtu dini hari kemarin pukul 01.15 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan ini adalah kecelakaan tabrak depan antara Yamaha Vega N 2281 FW yang dikendarai Ahmad dan Yamaha Vixion N 4568 IE yang ditumpangi Arshi. Sementara, Adam Bagus, 16, warga Larangan Dampit yang dibonceng Ahmad, mengalami memar di dahi, serta hidung yang berdarah-darah.
Untuk Edi Kastanto, 17, warga Jalan Adi Santoso, Kepanjen, mengeluarkan darah dari dalam mulutnya. Kanit Laka Satlantas Polres Makota, Iptu Sutadi menjelaskan, para korban langsung dievakuasi ke RSSA Malang begitu polisi tiba di lokasi setelah menerima laporan.“Kita evakuasi korban dahulu,” ujar Sutadi.
Awalnya, kendaraan sepeda motor Yamaha Vega yang dikendarai Ahmad melintas dari arah utara ke selatan. Namun, karena diduga lalai dan tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain, haluan motornya menyimpang terlalu ke kanan. Padahal, pada saat yang bersamaan, Yamaha Vixion N 4568 IE yang dikendarai Arshi melintas dari selatan.
Bisa diduga, kecelakaan maut pun terjadi. Karena, menurut saksi mata sekitar, kendaraan dari arah utara melintas dengan kecepatan tinggi. Menurut Sutadi, empat pemuda yang terlibat dalam kecelakaan masih sempat bernapas ketika dilarikan ke UGD RSSA Malang. Namun, dua di antaranya, yakni Ahmad dan Arshi tak bisa bertahan. Mereka berdua meninggal dalam perawatan. Sehingga, jenazah dua korban dibawa ke KM RSSA Malang. 
Sementara, dua korban luka dilarikan ke UGD RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan intensif. Siang kemarin, dari pantauan Malang Post, kendaraan yang mengalami kecelakaan sudah bersih dari TKP. Proses identifikasi dan olah TKP juga telah dilaksanakan petugas.
“Kami mengimbau masyarakat, untuk berhati-hati serta selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Imbauan ini tak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga orang lain sesama pengguna jalan. Harus selalu ingat, bahwa ada keluarga yang menanti di rumah,” tutup Sutadi. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :