Alap-alap Motor di Rumah Kosong Dikecek


SURABAYA – Unit Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meringkus seorang ABG yang kerap melakukan pencurian motor dan penjambretan. Tersangka adalah Khoirul Anam, 19, warga Jalan Teluk Nibung II No.103, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya. Tersangka kerap menyasar rumah kosong yang ditingal oleh penghuni rumah.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Tinton Yudha Riambodo menuturkan, penangkapan Khoirul Anam atau yang akrab dipanggil Irul ini bermula dari informasi yang diterima polisi tentang keterlibatan tersangka dalam aksi curanmor yang cukup meresahkan warga. Kemudian Polisi melakukan pemantauan terhadap gerak – gerik pelaku.
”Saat Irul keluar rumah, anggota mengawasi dan setiba di daerah dekat Pos Lantas Jalan Jakarta, kami langsung melakukan penangkapan,” kata AKP Tinton Yudha Riambodo.
Usai diringkus, polisi langsung menggelandang Irul ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari pengakuan Irul, ia telah melakukan aksi Curanmor sebanyak dua kali di daerah Jalan Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya.
”Selain itu, Irul juga pernah melakukan penjambretan satu unit handphone di jalan Tanjung Sadari, Kerembangan, Surabaya,” tambahnya. 
Dalam melakukan pencurian motor maupun penjambretan, Irul selalu beraksi dengan kawannya AN yang kini buron. ”Irul bertugas mengawasi lingkungan sekitar sedangkan AN bertugas melakukan eksekusi,” imbuh Tinton.
Biasanya tersangka akan menyasar rumah-rumah kosong yang kendaraanya diparkir di luar rumah. Setelah berhasil membandrek sepeda motor, kedua tersangka langsung menjual motor tersebut dan uang hasil penjualan akan dibagi dua. Irul mengaku duit yang didapatkan digunakan untuk foya-foya. 
Kini Irul telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Barang bukti yang di amankan adalah 1 unit handphone nokia warna baru. Irul dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (son/rud/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...