Gelapkan Uang Setoran, Kondektur Bus Restu Dibekuk

 
MALANG - Unit Reskrim Polsek Singosari, dini hari kemarin menangkap Robi Siswanto, 39, kondektur PO Restu. Warga Wirogunan, Kecamatan Nergangsan, Yogyakarta ini, dibekuk karena menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 10 juta. 
“Tersangka ditangkap di tempat kerja. Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa oleh penyidik reskrim Singosari,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.
Sebagai barang bukti kejahatannya, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, satu buah stempel PO Restu beserta bantalannya, satu buah bolopin berwarna ungu dengan isi tinta warna hitam tanpa merek, dua bendel karcis dengan tanda stempel dan tanda tangan palsu.
Kemudian, dua bendel karcis dengan tanda stempel dan tanda tangan asli. Satu buah jaket jenis jeans merk “DAVINO”. Dua buah tas punggung dan tas pinggang, serta selembar kertas  stat atau kertas pelaporan ke PO Restu.
“Tersangka sudah lama bekerja di PO Restu sebagai kondektur. Ia menjalankan trayek Patas Jatim tujuan Malang-Ponorogo. Sebelum kasus penggelapan uang yang dilakukannya terbongkar, tersangka memang sudah lama dicurigai,” katanya. 
Dijelaskan Farid, modus yang dilakukan Robi cukup kasar. Sebab, nomor seri pada lembaran kertas karcis serta jumlah lembaran yang disetorkan selalu tidak sama. Ada selisih uang yang merugikan perusahaan.
“Perusahaannya mulai melakukan pengawasan,” tegas dia.
Puncaknya pada 4 Juni lalu, ketika kondektur itu kembali ke garasi dan menyetorkan uang. Perusahaan yang menerima setoran, kembali menemukan selisih uang setoran.
“Akhirnya perusahaan melaporkannya ke petugas Polsek Singosari,” ucap Farid. 
Polisi yang mendapat laporan, segera menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya begitu mendapat bukti petunjuk, petugas langsung menangkapnya. Termasuk mengamankan barang buktinya. 
Dari penangkapannya juga diketahui, bahwa modus yang digunakan tersangka adalah dengan cara merubah nomor seri pada bonggol karcis atau lembaran stat. Juga menggunakan stempel palsu atau pun memalsukan tanda tangan untuk memudahkan penggelapan yang dilakukannya.
"Alasannya dia melakukan penggelapan itu, karena butuh uang untuk Lebaran. Kasusnya juga masih dikembangkan apakah ada pelaku lainnya,” jelasnya. Polisi mencurigai, tersangka Robi tidak melakukan perbuatan itu sendirian. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...