magista scarpe da calcio Periksa Tiga Anggota Dewan di Polres Makota


Periksa Tiga Anggota Dewan di Polres Makota


MALANG - Episode kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Malang masih berlanjut hingga pekan ini. Hari ini, KPK akan memeriksa tiga anggota DPRD Kota Malang dalam jadwal pemeriksaan di Polres Malang Kota.
Hal ini dibenarkan Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan kepada Malang Post, Minggu (13/8). Ia mengatakan, KPK memang meminta disediakan tempat untuk melakukan jadwal pemeriksaan beberapa saksi terkait kasus korupsi yang menjerat Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dan Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Malang Dr Ir Drs Jarot Edy Sulistiyono, M.Si sebagai tersangka.
“Betul ada (pemeriksaan) di Polres dan sudah kami siapkan sesuai permintaan,” kata Hoiruddin.
Menurut informasi yang didapat Malang Post, Aula Polres Malang Kota akan menjadi tempat pemeriksaan tiga anggota dewan tersebut. Ada pengamanan yang akan diberikan sesuai prosedur pemeriksaan KPK, lanjut Hoiruddin. Akan tetapi permintaan khusus soal pengamanan yang lebih rinci, ia enggan menceritakannya. “Yang jelas kami sudah siapkan sesuai permintaan untuk pemeriksaan besok,” tandasnya.
Tiga anggota DPRD Kota Malang yang akan diperiksa KPK hari ini adalah Ketua DPRD Kota Malang M. Arief Wicaksono (pengunduran dirinya sebagai ketua akan dibahas dalam paripurna hari ini, Red), Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Bambang Sumarto dan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Drs Abdul Hakim. Walau berstatus tersangka, Arief Wicaksono akan diperiksa sebagai saksi. Begitu juga dua anggota dewan lainnya.
Saat hendak dikonfirmasi, baik Bambang maupun Hakim tidak ada yang memberikan tanggapan. Sambungan telepon, pesan singkat maupun pesan via WhatsApp tidak direspon sama sekali.
Sementara M Arief Wicaksono sebelumnya sempat menegaskan, bahwa dirinya akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan yang dilakuan KPK terhadapnya. Termasuk pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya setelah penetapan dirinya sebagai tersangka.
“Saya menghormati apa yang dilakukan KPK di Kota Malang. Saat ini kami berdasar pada asas praduga tak bersalah, dengan apa yang disangkakan kepada saya, saya tetap akan menjalani proses-proses yang dilakukan KPK,” ungkapnya beberapa saat setelah mengumumkan pengumuman dirinya sebagai Ketua DPRD Kota Malang pasca tersandung kasus ini.
Sementara itu, pemeriksaan KPK di Kota Malang ternyata tidak berhenti di kalangan legislatif saja. Sumber Malang Post di internal Pemkot Malang menyebutkan, Sabtu (12/8) lalu KPK juga memeriksa rumah para kepala bidang. Tidak hanya Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Malang, Dahat Sih Bagyono saja yang digeledah KPK, akan tetapi terdapat tiga kabid lain di masa Jarot yang rumahnya turut digeledah. Yakni, rumah pribadi mantan Kabid Bina Marga DPUPPB Noer Rahman Wijaya, mantan Kabid Perumahan dan Tata Ruang DPUPPB Tedy Soermarna, serta Ajeng yang juga salah satu Kabid DPUPPB.
Saat Malang Post mengonfirmasi kepada para Kabid ini, nomor kontak Noer maupun Tedy tidak tersambung alias dimatikan. Sementara untuk Ajeng, Malang Post mencoba menghubungi lewat suaminya, Slamet Husnan salah satu pejabat Barenlitbang Kota Malang. Namun Slamet mengatakan tidak dapat membicarakan hal yang ditanyakan Malang Post.
“Soal (pemeriksaan) itu saya tidak bisa menjawab,” ungkapnya singkat saat ditanya mengenai rumahnya dan istrinya yang turut digeledah KPK.
Di sisi lain, menurut Sprin.dik.65/01/08/2017 terdapat 20 anggota DPRD lagi yang dijadwalkan dipanggil dan diperiksa KPK di Mapolres Malang Kota dan akan dilakukan dalam tiga hari mendatang. Jam pemeriksaan adalah pukul 10.00 WIB.

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top