Kakak Adik Kompak Nyabu

 
SURABAYA - Tiga orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (SS) kembali dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang. Mereka, Heru Wardiawan, 41, warga Jalan Klakah Rejo Lor Gang IV C/26 RT 09 RW 02, Kandangan, Benowo, Darto, 40, warga  Jalan Petemon Barat nomor 19 C yang tinggal di Jalan Banyu Urip Gang IX/3A RT 07 RW 09, Kupang Krajan, dan Asiyah Milasari, 44, warga Jalan Petemon 19 C yang tinggal di Jalan banyu Urip lor gang IX Kelurahan, Kupang Krajan. 
Menurut informasi, pertama kali yang dibekuk adalah Heru Wardiawan. Saat itu lelaki yang akrab disapa Heru itu sedang berada di Jalan Banyuurip Kidul Bok Abang Kelurahan Kupang Krajan. Karena gerak-gerik pelaku mencurigakan salah seorang saksi meneruskan informasi tersebut ke polisi.
Merespon laporan tersebut, polisi yang tidak berpakaian dinas langsung menuju ke lokasi. Ternyata benar, menjelang sahur pelaku masih berada di sekitar lokasi seperti menunggu seseorang. "Tersangka Heru langsung diringkus. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua poket SS dari saku celananya," ucap Kanit Reskrim Polsek Karangpilang Iptu Marji Wibowo. 
Kepada penyidik awalnya tersangka mengelak tidak memiliki barang haram tersebut. Dan dia juga mengaku hanya dititipi. Namun setelah diinterogasi mendalam, akhirnya tersangka mengaku bahwa dirinya disuruh oleh adik-kakak Darto dan Milasari. 
‘’Tersangka Heru sebagai kurir. Dia menjualkan SS milik tersangka Darto dan  Asiyah Milosari," tegasnya.
Dari nyanyian Heru, kemudian polisi bergerak menuju tempat tinggal Darto dan Asiyah. Hanya selang kurang dari  sejam, kedua pelaku pemilik SS berhasil diringkus. Mereka diringkus tanpa perlawanan saat menjelang santap sahur.
"Darto dan Asiyah ini adik kakak. Mereka sudah beraksi menjual SS selama enam bulan," paparnya. 
Adik kakak asal Petemon Barat itu nekat menjadi penjual SS karena alasan ekonomi. Sebab, keuntungan yang lumayan dan penjualan tergolong mudah menjadi alasan mereka tertarik. 
"Ketiganya sudah ditahan. Saat ini masih kami lakukan pengembangan untuk menelusuri siapa pemasoknya," tegasnya.
Atas kasus ini mereka bakal dijerat pasal 112 ayat 1 KUHP Jo 114 ayat 1 KUHP UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara. (rus/rud/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :