Residivis Kembali Ditangkap Polisi

 
MALANG - Alfaries Yostantien Williem, warga Jalan Mayjend Panjaitan Dalam, Kota Malang kembali duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kemarin. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nining Dwi Ariany dan Tining Hariati dijelaskan, Alfaries ditangkap polisi saat berada di kamar kosnya.  Saat digeledah ditemukan barang bukti diantaranya, tiga kantong plastik klip berisi sabu masing-masing seberat 5,1 gram, 1 gram, dan 0,3 gram.
“Juga ditemukan satu bungkus kertas berisi ganja kering berat kotor 22,3 gram ditemukan dibawah laci plastik dan satu kantong klip plastik berisi ganja kering dengan berat kotor 3,8 gram ditemukan diatas tempat tidur,” jelasnya.
Menurut Tining, Alfaries mengaku membeli ganja sebanyak 25 gram dari seseorang yang bernama Koko (DPO) dengan harga Rp 400 ribu. Pembayarannya dengan ditransfer, dan ganja diambil dengan cara diranjau di daerah Dau Batu, Malang.
“Oleh terdakwa  ganja dibagi menjadi dua yaitu satu bungkus kertas berisi ganja kering berat kotor dua puluh dua koma tiga gram atau berat bersih dua puluh koma seratus lima puluh gram disimpan di bawah laci plastik,” ujar jaksa.
Sementara untuk satu kantong klip plastik berisi ganja kering berat kotor 3,8 gram ditemukan diatas tempat tidur. Terhadap dakwaan jaksa, Alfaries tak membantahnya.
Usai dakwaan dibacakan, sidang langsung dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi Suharsono dan sekaligus pemeriksaan teradakwa. Dihadapan majelis hakim, Alfaries membenarkan bahwa dirinya pernah ditahan karena kasus serupa pada 2005 silam. “Waktu itu divonis setahun tiga bulan,” katanya.(uci/but/bjt/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...