Belum Operasi, Klaim Kerugian Rp 1 Miliar

 
Pemilik pabrik pengolahan biji plastik PT. Tri Surya Plastik, H. Siswanto, mengklaim kerugian yang dialami akibat kebakaran mencapai sekitar Rp 1 miliar. Tetapi kerugian yang dialaminya ini, masih kalau jauh dengan kejadian kebakaran tahun lalu yang mencapai Rp 10 miliar. 
"Total kerugian yang saya alami sekitar Rp 1 miliar. Karena selain bahan yang terbakar juga bangunan," jelas H. Siswanto. 
Menurutnya, lokasi yang terbakar adalah bangunan baru. Api diduga berasal dari konsleting listrik, kemudian percikan api menyambar tumpukan plastik dan kertas hingga menyebabkan kebakaran. 
"Itu bangunan baru yang terbakar. Bahan yang terbakar juga sebagian besar adalah sisa bahan yang terbakar tahun lalu," ucapnya sembari menegaskan kalau pabriknya tidak diasuransikan. 
H. Siswanto mengatakan, sebenarnya pabrik plastik miliknya belum berproduksi. Pasca kebakaran tahun 2017 lalu sampai sekarang, baru tahap renovasi dan perbaikan. 
"Kami belum produksi. Sejak kejadian tahun lalu, saya masih melakukan perbaikan dan pembangunan ulang pabrik. Dan sekarang terbakar lagi karena dugaan konsleting listrik," urainya.
Disinggung apakah tidak ada hydrant yang tersedia dalam pabrik. Siswanto mengatakan bahwa hydrant masih dalam proses. Baru pompa saja yang sudah terpasang. Sedangkan untuk peralatan lain yang digunakan memadamkan api, masih belum ada. 
"Kalau hydrant kami masih proses pembuatan. Kan ini masih tahap pembangunan dan belum beroperasi sejak kebakaran tahun 2017 lalu," ucapnya. 
Siswanto juga mengelak bahwa kebakaran dini hari kemarin adalah yang kali keempatnya. Menurutnya kebakaran yang terjadi di pabrik miliknya baru tiga kali. "Pertama tahun 2001, lalu tahun 2017 dan sekarang yang ketiga kalinya," katanya. 
Disinggung tentang keluhan dan keresahan warga, karena sering terbakar. Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah perbaikan. Selain membangun dinding pagar yang tinggi, juga mengkosongkan lahan yang dekat dengan permukiman warga. 
"Kami sudah lakukan langkah-langkah, ketika terjadi kebakaran tahun lalu. Ini supaya ketika terjadi apa-apa, tidak sampai berhimbas ke warga. Dan yang terbakar kali ini, adalah bangunan depan serta sisa bahan yang dulu," pungkasnya mengakhiri. (agp/jon)

Berita Lainnya :