Pabrik Plastik Membara

 
MALANG - Pabrik pengolahan plastik PT. Tri Surya Plastik Lawang, kembali membara. Perusahaan milik H. Siswanto yang ada di perbatasan Desa Ketindan, Kelurahan Lawang ini, terbakar lagi dini hari kemarin. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Apakah memang murni terbakar, ataukah justru ada kesengajaan. 
Polisi masih belum bisa menyimpulkan, apa penyebab kebakaran. Untuk mengetahui, harus menunggu olah TKP dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. 
‘’Apa penyebabnya kami belum tahu. Apakah karena konsleting listrik atau ada penyebab lain belum tahu. Masih menunggu Tim Labfor Polda Jatim," terang Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito. 
Menurutnya, kemarin sore Tim Labfor Polda Jatim, sudah tiba ke lokasi kebakaran. Namun petugas belum bisa bertindak, karena kondisi lokasi masih panas. Petugas PMK juga masih terus melakukan pembasahan. 
"Mungkin nanti Tim Labfor Polda Jatim akan datang lagi untuk olah TKP. Memang kondisi lokasi masih panas, sehingga memperhitungkan keselamatan petugas juga," jelasnya. 
Sementara, H. Siswanto, meyakini bahwa kebakaran karena konsleting listrik. Tidak ada kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Ketika kejadian, dia juga mengaku sedang tertidur lelap. 
"Dugaan saya karena konsleting listrik. Karena di bangunan baru itu, memang ada lampu yang terpasang. Tidak ada kesengajaan dalam kebakaran ini," ucap H. Siswanto. 
Kebakaran yang menggegerkan warga, terjadi sekitar pukul 00.30. Sebelum terbakar, warga sempat mendengar suara ledakan keras beberapa kali. Kemudian muncul api dan membakar pabrik plastik tersebut. 
"Saya mengira ada anak-anak yang bermain petasan. Kemudian tidak lama muncul api, dan ternyata pabrik plastik yang terbakar," ucap Saifudin warga sekitar yang dibenarkan oleh Dian, warga lainnya. 
Mengetahui ada api, warga langsung membangunkan H. Siswanto. Kemudian menghubungi petugas Polsek Lawang dan PMK Kabupaten Malang. Tak lama kemudian, mobil PMK datang untuk memadamkan api. 
Namun karena banyaknya barang yang mudah terbakar, api sulit untuk dipadamkan. Api semakin membesar dan merambat ke bangunan lainnya. Hampir separoh bangunan pabrik ludes dilalap api. 
Melihat api membesar, masyarakat sekitar yang rumahnya berdekatan dengan pabrik, langsung cemas. Mereka panik dan langsung keluar rumah. Warga juga terlihat menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumahnya. 
"Kami takut api merambat. Meskipun ada batasan dinding pabrik, tetapi namanya api bisa saja merambat ke rumah warga," tutur warga sekitar. 
Sementara, pantauan Malang Post, ada belasan mobil PMK yang datang untuk memadamkan api. Selain dari PMK Kabupaten Malang, juga ada mobil PMK dari Kota Malang, PT. Bentoel, PT. Sampoerna termasuk dua mobil tangki milik BPBD Kabupaten Malang, yang dikerahkan untuk menjinakkan api. 
"Satu mobil PMK sampai bolak-balik lebih dari 10 kali untuk mengambil air. Karena memang api sulit dipadamkan, pasalnya yang terbakar adalah plastik," ungkap Kepala UPT PPBK Kabupaten Malang Nurul Kusnaeini. 
Lulun sapaan akrabnya mengatakan, sampai sore kemarin petugas masih terus melakukan pembasahan. Karena meskipun api sudah padam, namun bara api di tumpukan plastik yang terbakar masih menyala. 
"Sama seperti kejadian kebakaran tahun lalu, api sulit dipadamkan. Tahun lalu pembasahan sampai tujuh hari karena seluruh pabrik yang terbakar. Kalau kali ini, tidak begitu parah namun pembasahan tetap kami lakukan sampai sore ini (sore kemarin, red)," jelas Lulun. (agp/jon/mar) 

Berita Lainnya :

loading...