Angkut Satu Truk Kayu Sengon ke Lumajang

 
MALANG - Dua warga Desa Lenggoksono, Kecamatan Tirtoyudo, Sembodo, 50 tahun dan Sri Wibowo Adi, 45 tahun harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak akhir pekan lalu. Keduanya ditahan atas dugaan pencurian kayu hutan jenis sengon. Barang buktinya, petugas mengamankan puluhan batang kayu serta satu unit truk untuk mengangkut.
"Mereka ditangkap saat hendak menjual kayu yang diduga hasil curian tersebut. Keduanya diamankan karena tidak bisa menunjukkan bukti surat kepemilikan," jelas Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Menurutnya, penangkapan keduanya berawal dari informasi ada pencurian kayu milik Perhutani di wilayah Kecamatan Tirtoyudo. Polisi yang mendapat pengaduan lantas melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa kedua tersangka Sembodo dan Sri Wibowo, yang melakukan pencurian.
Akhirnya petugas lantas bergerak cepat dengan menangkap keduanya. Saat itu mereka berniat menjual kayu sengon ke wilayah Lumajang. "Untuk kasusnya masih akan dikembangkan oleh Unit Reskrim Polres Malang," ujarnya.
Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengelak tuduhan pencurian. Mereka mengatakan kalau kayu yang ditebang di area hutan tersebut adalah kayu yang ditanamnya sejak empat tahun lalu. Hanya saja mereka menanamnya di wilayah Perhutani.
"Yang menanam pohon itu kami sendiri. Kalau memang dilarang kenapa tidak dari dulu waktu menanam. Baru ketika kami tebang, malah dituduh mencuri," tutur tersangka Sembodo.
Sama halnya dengan pengakuan Sri Wibowo Adi. Ia juga menyesalkan penangkapan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau larangan ketika menanam pohon sengon. Malah diakuinya mereka sudah membayar uang sewa ke pihak Perhutani.
"Sedianya kayu itu akan kami jual ke wilayah Lumajang untuk bahan kayu lapis. Uang hasil penjualan akan kami gunakan untuk membayar biaya kuliah anak. Tetapi belum sempat menjual kami sudah ditangkap," paparnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :