Bekuk Penadah Truk Rampasan


 
MALANG - Ingat dengan perampasan truk bermuatan 2.048 ekor ayam petelur, yang terjadi di area Gardu Pandang Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Sumberpucung, 17 Mei lalu. Akhir pekan lalu, Unit Reskrim Polsek Sumberpucung, berhasil mengungkap kasusnya. 
Tiga penadahnya berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing. Yakni M. Atok, 39, warga Dusun Krajan, Desa Ngingit, Tumpang, Haerudin, 42, warga Desa Kambingan, Tumpang dan  Sugianto, 42, warga Dusun Krajan, Desa Ngingit, Tumpang.
“Dari tiga pelaku yang kami amankan tersebut, Atok ini merupakan perantara. Dua lainnya adalah penadahnya. Mereka kami jerat dengan pasal 368 KUHP jo pasal 365 KUHP jo pasal 480 KUHP,” ujar Kanitreskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin.
“Untuk barang bukti yang kami amankan, yakni 80 buah box tempat ayam, tiga gulung tali tampar serta tiga gulung trek belt,” sambungnya. Diperoleh keterangan, korban perampasan pada 17 Mei lalu adalah Nanang Andris Wibowo, 37, warga Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Mojokerto. 
Saat itu, korban baru saja mengambil ayam dari Blitar. Ketika di area Gardu Pandang Bendungan Sutami, berhenti untuk istirahat. Ketika istirahat itulah, korban didatangi oleh tiga orang. Ia diancam dan disekap oleh pelaku. 
Kemudian dengan kedua tangan serta kaki terikat, serta mata dan mulut dilakban, korban diajak putar-putar oleh pelaku. Selanjutnya tubuhnya dibuang di kebun tebu Dusun Latekol, Desa Arjosari, Kalipare.
Setelah korban dibuang, pelaku langsung kabur dengan membawa truk berisi ribuan ayam petelur. Tubuh korban baru ditemukan oleh warga sekitar siang harinya sekitar pukul 11.00.
Kemudian oleh warga ditolong dan diantarkan melaporkan ke polisi. Dari laporan itulah, polisi lantas menyelidiki dan berhasil menangkap tiga orang penadahnya.
“Untuk pelaku utamanya yakni HR, warga Tajinan masih kami buru. Identitasnya sudah kami kantongi, hanya tinggal menyelidiki keberadaannya,” jelas Zaenal Arifin. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :