Tergiur Keuntungan, Amin Muazin Jual Gas Oplosan


 
MALANG - Ulah Amin Muazin, 24, warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Wagir keterlaluan. Amin mengoplos tabung gas melon subsidi ukuran 3 kilogram ke dalam tabung gas 12 kilogram warna biru non subsidi untuk dijual kepada warga masyarakat sekitar.  
Akibatnya, Amin diciduk Polsek Wagir bersama tim Satgas Pangan Polres Malang. Awalnya, Satgas Pangan Polres Malang hanya menerima info tentang adanya penjualan produsen dan penjual miras ilegal di kawasan tersebut.  
Polisi melakukan razia Rabu (13/6) sekitar pukul 13.30. Saat penggerebekan, polisi memang menemukan puluhan botol trobas yang disimpan di dalam rumah tersebut. Hanya saja, saat penggeledahan hingga ke belakang rumah, Satgas Pangan Polres Malang terkejut. 
“Saat penggeledahan hingga ke belakang rumah, kita menemukan ada praktek pengoplosan gas elpiji,” ungkap Kapolsek Wagir AKP Mey Surya Ningsih. Dalam pemeriksaan, ia mengaku sudah sebulan ini melakukan perbuatan itu. 
Dari pengoplosan tersebut, keuntungan yang didapat Rp 73.000 per tabung elpiji 12 kg.  Yang menarik, Amin mengaku baru bekerja dua hari di rumah tempat pengoplosan tabung gas elpiji tersebut.
“Pelaku lain sedang dalam pengembangan,” ungkap polwan ini.
Dia menyebutkan, pemilik tabung-tabung gas tersebut yang kini sedang diburu polisi. Sementara itu, cara yang dilakukan Amin untuk mengoplos gas, terhitung sangat berbahaya dan rawan meledak.
Ia memasukkan empat tabung gas melon ke satu tabung 12 kg. Caranya, sebuah tabung elpiji melon 3 kilogram diangkatnya dan memasang sebuah alat yang disebutnya sebagai chop ke tabung gas 12 kilogram biru non subsidi.
Setelah itu, tabung melon dibalik dan menancapkannya ke alat yang terpasang di tabung gas non subsidi. Saat tabung ditancapkan, suara mendesis muncul.
Bau gas juga menguar. Setelah suara desisan hilang, Amin memakai kain basah untuk menyeka sisa gas elpiji di mulut tabung Menurut dia, caranya cukup mudah dan praktis. 
“Jika memiliki alat ini, maka semua orang bisa melakukannya,” ungkapnya.
Saat ini, Amin meringkuk di tahanan Polsek Wagir karena dijerat Pasal 62 (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...