Razia Besar Polres Malang Dapat Tiga Pencopet


 
MALANG - Polres Malang terus meningkatkan keamanan wilayah Kabupatan Malang, selama libur lebaran. Salah satunya dengan menggelar razia skala besar. Razia ini, untuk mengantisipasi segala tindak kejahatan. Selain begal, juga pelaku copet dalam bus.
“Kegiatan razia skala besar ini, kami lakukan secara bertahap selama kegiatan Operasi Ketupat Semeru 2018 berlangsung. Razia ini, untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan,” ungkap Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono.
Menurutnya, giat patroli skala besar ini, melibatkan sekitar 115 personil dari seluruh satuan fungsi. Mulai dari Sabhara, Satuan Reskoba, Intelkam, Satuan Lalu Lintas hingga Satreskrim Polres Malang. Patroli dilakukan keliling ke beberapa wilayah yang dianggap rawan kejahatan.
Mulai dari sekitar wilayah Kepanjen, Ngajum, Sumberpucung, Gondanglegi, Bululawang, Tajinan hingga Pakisaji. Termasuk menyasar ke gereja, perumahan-perumahan yang ditinggal mudik oleh penghuninya, tempat keramaian hingga Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
“Stadion Kanjuruhan Kepanjen, selama ini kan rawan dengan penodongan serta perampasan. Dengan terus kami lakukan razia, diharapkan bisa meminimalisir tindak kejahatan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, giat razia juga dilakukan ke dalam bus yang melintas di Kepanjen. Setiap bus dihentikan dan diperiksa satu persatu. Ini untuk mengantisipasi pelaku copet yang biasa beraksi dalam bus.
Hasilnya, tiga pelaku copet dalam bus. Mereka dibekuk sesaat setelah mencopet dompet milik penumpang bus Tentrem, tujuan Malang-Blitar. 
Ketiganya diamankan di dalam bus ketika melintas di Jalinbar Kepanjen. Mereka adalah Irfan, 30, warga Desa Mojosari, Kepanjen, Sugeng Hariadi, 45, warga Jalan Supiani, Desa Majangtengah, Dampit dan M. Khuzaini, 37, warga Gang Regulo, Desa Cepokomulyo, Kepanjen. 
Korbannya dua orang, yakni Selly Ana Dewi, 21, warga Dusun Depok, Desa Gampingan, Pagak serta Anjar Dwi Cahyono, 19, warga Jalan Pahlawan Trip, Desa Jatikerto, Kromengan.
“Mereka ditangkap ketika korban turun dari bus dan menangis,” ujarnya.
Mereka yang berniat pulang setelah kerja di Surabaya, mengaku kalau dompetnya hilang kecopetan di dalam bus. Mendapat laporan itu, puluhan petugas langsung mengejar bus Tentrem. Bus berhasil dihentikan di tengah-tengah Jalinbar. 
Kemudian dengan pengawalan, bus kemudian diarahkan ke Terminal Talangagung, Kepanjen. Begitu di terminal seluruh penumpang diperiksa. Ketiga pelaku yang ketakutan lantas membuang dompet hasil mencopet berisi uang Rp 1,4 juta untuk menghilangkan barang bukti. 
“Mereka awalnya mengelak dan tidak mengakui. Namun ada dua saksi penumpang yang mengetahui ketiganya mencopet dan berusaha membuang dompet,” tambah Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni. Mereka juga mengaku mencopet dompet milik Anjar Dwi Cahyono. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :