Usai Lebaran, Geber Penuntutan Narkoba Lagi


Kasi Pidum Kejari Malang, Novriadi Andra.

MALANG – Dakwaan kasus lama narkotika yang dijalankan oleh Kasi Pidum lama Kejaksaan Negeri Malang, Ubaidillah, dihabiskan sebelum lebaran. Begitu memasuki hari kerja normal paska libur bersama idul fitri, Kasi Pidum Novriadi Andra, siap menggeber penuntutan kasus narkotika lagi.
“Sebelum lebaran, kita habiskan dulu berkas-berkas yang ada. Nanti setelah libur lebaran, kita bisa memulai lagi penuntutan untuk kasus narkotika,” kata Novriadi kepada Malang Post. Contoh kasus yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Malang sebelum libur lebaran, adalah kasus Yuni P, 30, warga Jalan Tirtagangga Samaan Klojen.
Terdakwa, melakukan transaksi pembelian narkoba dari seorang DPO berinisial A di kawasan Jalan MT Haryono Lowokwaru. Dia membeli 10 gram sabu dan inex 10 butir. Dia mengeluarkan uang total 12,150 juta. Dengan rincian, Rp 10 juta untuk 10 gram sabu, dan 2,15 juta untuk 10 butir inex.
Dia mendapatkan narkotika itu setelah DPO meranjau narkoba di tepi jalan MT Haryono. Setelah itu, terdakwa menjualnya kepada pemakai berinisial A, yang akhirnya tertangkap polisi, di kawasan Jalan Terusan Bogor dengan harga Rp 3,750 juta seberat 3 gram. Dia juga menjual sabu kepada DPO berinisial I, W dan T.
Terdakwa tertangkap Satreskoba Polres Makota setelah kedapatan menguasai sabu-sabu seberat 0,85 gram dan inex seberat 1,75 gram. Setelah menjalani penyidikan polisi, terdakwa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Malang dan dijerat dengan dua pasal berlapis, yakni pasal 114 dan 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Sama seperti tahanan kejaksaan untuk kasus narkotika lainnya, terdakwa Yuni kini sedang menjalani persidangan di PN Malang. Dia direncanakan akan sidang lagi pada 25 Juni 2018 mendatang. Menurut Novriadi, kasus-kasus narkotika akan menjadi antensinya. Dia siap menjalankan tugas sebagai jaksa, untuk memberantas narkoba di Kota Malang.
“Narkotika adalah pembunuh bangsa. Kami siap menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengacara negara, untuk memberikan hukuman yang setimpal dan sesuai dengan aturan perundang-undangan,” tutupnya.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :