Mau Rekreasi, Dua Pelajar Tewas Tenggelam


BLITAR - Upaya pencarian jasad dua korban kecelakaan tunggal di Jembatan Parit Lodo Agung Kembangarum, Sutojayan, Kabupaten Blitar akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan Basarnas, BPBD dan Polsek Lodoyo Timur menemukan kedua jasad korban yang dilaporkan tenggelam.
Sebelumnya, motor yang ditumpangi kedua pelajar tersebut diduga mengalami selip lalu oleng dan menabrak bahu jembatan. Keduanya terpental, masuk sungai dan tenggelam. Rencananya, kedua pelajar dan rekan-rekan mereka akan berekreasi ke Pantai Pangi. Blitar selatan.
Jasad pertama yang ditemukan atas nama Sheva Jelang Ramadhan (15), ditemukan warga sekitar pukul 10.00, Selasa (19/6). Tubuh warga Dusun Sidoasri RT 04 RW 03 Desa Sumberagung Gandusari itu ditemukan di dasar Parit Lodo Agung dalam keadaan sudah tak bernyawa.
"Kami dibantu warga yang menyelam ke dasar sungai. Jasad Sheva ditemukan di dasar sungai, sekitar 6 meter arah barat dari lokasi tenggelamnya," kata Kapolsek Lodoyo Timur (Lotim) AKP Sukadi di lokasi, Selasa (19/6).
Menurut Sukadi, jasad Sheva terjebak dalam pusaran air di dasar sungai. Dengan menggunakan batang bambu, petugas berhasil menggeser jasad pelajar tersebut sekitar dua meter lalu mengangkatnya ke permukaan air. "Kondisinya sudah meninggal dunia. Jenazah langsung kami evakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," imbuhnya.
Beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 13.45, petugas akhirnya menemukan jasad rekan Sheva, yaitu Dafit Ranjas Wanda (14) yang tak lain merupakan pengemudi motor. Jasad Dafit ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi jasad Sheva. Pusaran air yang kuat membuat jasad Dafit timbul tenggelam dan menyulitkan proses evakuasi.
Namun saat jasadnya muncul ke permukaan, petugas segera mengaitkannya dengan kayu dan menariknya ke pinggir. Seperti halnya Sheva, Dafit juga ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dan jenazahnya dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk diambil pihak keluarga.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :