Polres Batu Panen Pengedar Narkoba


KOTA BATU - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Batu panen pengedar narkoba dan pil koplo. Selama bulan Agustus ini, sudah tertangkap dua pengedar sabu dan dua orang pengedar pil koplo yang selama ini beroperasi di wilayah hukum Polres Batu.
            Diawali dari penangkapan yang dilakukan Polres Batu kepada Faris Ja’far Shodiq, 23, warga Desa Gondanglegi Kulon Kabupaten Malang pada 4 Agustus lalu. Geliat wisata di Kota Batu dipergunakan oleh Faris dengan memasarkan sabu.
            Salah satu tempat favorit untuk tersangka Faris berjualan adalah di depan sebuah toko modern yang berada di samping Hotel Mentari. Saat itu Faris hendak melayani pembeli, namun keburu tertangkap petugas.
            Dari tangannya petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu poket  sabu 0,25 gram, satu pipet kaca, satu buah korek api, 4 buah sedotan plastik dan sebuah HP merek Samsung. Dari keterangan tersangka, ia mendapatkan sabu dari seorang bernama Lutfi warga Gondanglegi.
            Empat hari kemudian, dalam satu hari Satreskoba berhasil menangkap dua pengedar pil koplo. Di Kecamatan Pujon, petugas berhasil menangkap Zaenuri, 20,warga Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang. Ia mengedarkan pil koplo ini kepada pemuda yang dikenalnya. Saat ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti dari Zaenuri sebanyak 1492 pil dobel L, sebuah HP dan sebuah tas hitam.
            Pada hari yang sama, polisi mengamankan Nanang Ragil, 20, warga Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Dari tangan tersangka polisi mengamankan 30 pil dobel L dan uang tunai hasil penjualan pil dobel L sebesar Rp 45 ribu dan sebuah HP.
            Empat hari kemudian, polisi kembali menangkap pengedar sabu di tempat yang sama seperti saat polisi menangkap Faris. Yakni di sebuah toko modern di samping Hotel Mentari Mojorejo.
            Dalam operasi tangkap tangan tersebut, polisi mengamankan tersangka Suhariyono, 39, Desa Martopuro Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa Shabu 0,21 gram dan satu bungkus rokok.
"Operasi narkoba khususnya pil dobel L menjadi fokus perhatian kita, karena para pengedarnya banyak menjual pil ini kepada para pelajar di Kota Batu,"jelas AKBP Budi Hermanto Kapolres Batu.
Hasil ungkap narkoba dan operasi yustisi terhadap peredaran miras ini, menurut kapolres merupakan komitmen untuk melakukan pengawalan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Batu. Polisi dan Pemkot menginginkan Kota Batu bebas dari peredaran narkoba, aksi kemaksiatan, dan tindak kejahatan. (dan/lim)

Berita Lainnya :