Kompak Akui Tak Kenal Hendarwan


MALANG - 12 Anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (15/8) di Polres Malang Kota mengaku tidak mengenal dengan Hendarwan Maruszaman alias HM, Komisaris PT ENK atas dugaan suap yang akhirnya melibatkan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono.
Hal ini ditegaskan setidaknya oleh tiga anggota dewan yang diperiksa. Choirul Amri, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang usai diperiksa selama kurang lebih empat jam, mengaku tidak mengenal sosok HM tersebut. “Pertanyaan itu ada. Saya ya tidak kenal. Toh pada saat itu saya bukan anggota Banggar,” ungkap kader partai PKS Kota Malang tersebut.
Choirul kemudian menjelaskan, dirinya tidak mendapatkan banyak pertanyaan spesifik soal proyek Jembatan Kedungkandang. Meski begitu, ia diminta menjelaskan apa saja yang dia ketahui soal proyek tersebut. Ia mengungkapkan, dirinya diminta menjelaskan soal penggedokan anggaran APBD 2015. Ia hanya ditanya spesifik soal proses atau tahapan yang harus dilakukan badan anggaran dan tim anggaran sampai akhirnya dapat menggedok APBD.
“Hanya ditanya seputar tupoksi kok. Saya bilang dan jelaskan kalau proyek jembatan Kedungkandand multiyears, jadi proses penganggarannya beberapa tahun,” imbuhnya.
Ditanya soal aliran dana, Choirul mengatakan dirinya tidak tahu menahu dan pertanyaan tersebut tidak dilontarkan padanya. Hal sama juga ditegaskan Soni Yudiarto, anggota DPRD Kota Malang yang juga turut diperiksa KPK. Soni mengutarakan bahwa dirinya hanya ditanyai 10 pertanyaan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah tahu sosok HM dan kaitannya dengan Arief Wicaksono sebelumnya.
“Memang saya ditanya soal aliran suap yang disangkakan, tetapi saya tidak tahu. Saat itu saya adalah anggota DPRD yang juga anggota badan musyawarah dewan,” tandas anggota Komisi D tersebut.
Ia yang diperiksa selama 5 jam ini menjelaskan, dia diberikan pertanyaan-pertanyaan terkait proses yang dilakukan Banmus terkait penggedokan APBD 2015. Ia kemudian menjelaskan, proses demi proses tersebut kepada tim penyidik KPK.
Soni menegaskan dirinya memberikan keterangan detail soal proses pengedokan anggaran dan jadwal-jadwal agenda Banmus di tahun 2015. Sementara itu, turut diperiksa Rahayu Sugiarti, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang juga mengegaskan hal yang sama bahwa dirinya tidak kenal dengan sosok HM dalam kaitannya dengan Moch Arief Wicaksono Ketua DPRD Kota Malang.
“Saya pernah ketemu (Jarot) satu kali saja. Waktu itu pas paripurna pembahasan anggaran, ada pak Jarot juga,” ungkap Rahayu yang diperiksa KPK selama 6 jam ini.
Akan tetapi ia tidak tahu menahu soal suap menyuap yang saat ini dipermasalahkan tersebut. Hal ini ia ungkapkan saat tim penyidik menanyakan soal aliran dana yang mengucur dari dugaan suap yang melibatkan ketuanya, Arief Wicaksono pada saat itu.
Rahayu mengaku diberikan pertanyaan apakah mengetahui adanya kejadian suap tersebut sampai aliran dana sampai komunikasi terakhir dengan Jarot. “Saya bilang saya tidak tahu menahu. Ketemu pak Jarot pun sangat jarang sekali, komunikasi juga,” tandasnya. (ica/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :