Diperiksa Sambil Ditemani Dokter


Malang Post , Kondisi usia dan kesehatan Rahayu Sugiarti, Wakil Ketua DPRD Kota Malang membutuhkan perhatian intensif saat diperiksa di ruang penyidik KPK, kemarin. Polres Makota mengirim dokter polisi untuk standby serta memastikan fisik Rahayu masih kuat dalam menerima pertanyaan para penyidik.
Sesaat setelah penyidikan, yakni sekitar pukul 10.55 WIB, petugas medis Polres Makota, Eko S tiba-tiba memasuki ruang penyidikan KPK. Setelah keluar, Eko yang ditanyai wartawan, menyebut bahwa dia mendapat instruksi untuk menghadirkan dokter Polres Makota. “KPK minta ada dokter standby,” katanya singkat.
Dari keterangan yang dihimpun, penyidik KPK ternyata meminta ada dokter atau pun tenaga medis untuk mengawasi kondisi kesehatan dari Rahayu Sugiarti. Penyidik menganggap kondisi fisik dari Rahayu serta usianya yang sudah sepuh, membutuhkan perhatian lebih. Sehingga tenaga kesehatan dikerahkan.
Setelah itu, 10 menit kemudian Eko membawa dr Sotya, dokter Polres Makota untuk masuk ke ruang penyidikan. dr Sotya menemani pemeriksaan Rahayu sepanjang hari. Setelah masuk pukul 11.00 WIB, dr Sotya keluar menuntun Rahayu menuju masjid untuk salat dhuhur. Rahayu pelan-pelan turun dari tangga Rupatama.
dr Sotya memegangi tangan kirinya sembari memapah Rahayu. Setelah 15 menit di masjid, Rahayu masuk lagi ke Rupatama dan belum keluar lagi sampai maghrib. Salah satu petugas Polres Makota yang berjaga di depan ruangan menyebut permintaan pendampingan dokter, berasal dari penyidik KPK.
Rahayu sendiri, hanya keluar satu kali untuk istirahat di musala siang kemarin. Setelahnya, politisi Golkar tersebut tidak pernah lagi keluar dari Rupatama sampai selesai penyidikan KPK. Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, menyebut bahwa pada intinya Polres Makota siap mendukung dan melancarkan proses penyidikan KPK di Malang.
“Pada intinya kita mendukung penyidikan KPK. Segala kebutuhan yang bisa melancarkan proses penyidikan juga kita bantu. Minta ruangan kita penuhi, pengamanan pun juga demikian. Termasuk kebutuhan lain seperti tenaga medis,” tandas Hoiruddin.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :