KPK Pisahkan Jarot dan Istrinya


MALANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja maraton. Saksi yang diperiksa pun makin bervariasi. Selain 12 anggota DPRD Kota Malang, kemarin ada satu saksi dari kalangan warga sipil, yaitu Erna Kristantina, istri dari tersangka Jarot Edy Sulistoyono,.
Menurut pantauan Malang Post, Erna datang dengan dikawal dua penjaga memasuki Aula Polres Malang Kota tempat pemeriksaan saksi oleh KPK. Erna yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pengembangan Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Malang datang sekitar pukul 13.00 WIB. Salah satu anggota DPRD Kota Malang, Soni Yudiarto membenarkan kedatangan istri dari Jarot di lokasi pemeriksaan saksi oleh KPK tersebut. “Iya benar, ada Ibu Jarot tadi di sana,” ungkap Soni saat dimintai konfirmasi oleh Malang Post.
Saat Malang Post mencoba mendekati usai pemeriksaan pada pukul 15.15 WIB,  perempuan berhijab dan berkemeja biru ini bungkam seribu bahasa. Sama seperti saat datang, begitu hendak pulang, Erna juga mendapat pengawalan dua orang.
Malang Post mencoba mengejar Erna yang pergi ke arah parkir mobil dengan langkah cepat. Malang Post memberikan beberapa buah pertanyaan, termasuk kondisi terkini suaminya, Jarot. Akan tetapi, istri Jarot ini diam seribu bahasa dan memilih tidak menggubris pertanyaan yang dilontarkan.
Ia kemudian dengan cepat melangkah dengan kawalan dua penjaga ke mobil Jazz Biru ber plat N 1672 BY dan pergi meninggalkan Polres Malang Kota. Sementara itu, Jarot Edy Sulistyono sendiri, di waktu yang bersamaan berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan KPK dalam agenda pemeriksaannya sebagai tersangka. Menurut informasi yang didapat, Jarot datang sekitar pukul 10.00 WIB mengenakan kemeja berwarna sama dengan istrinya, biru muda. Jarot diketahui baru keluar dari kantor KPK pada pukul 18.20 WIB.
Juru Bicara KPK RI, Febri Diansyah SH membenarkan agenda pemeriksaan tersebut.“Hari ini (kemarin,red) memang diagendakan pemeriksaan untuk tersangka JES (Jarot Edy Sulistyono ) dan HM (Hendarwan Maruszaman) di kantor pusat KPK,” ungkap Febri kepada Malang Post saat dimintai tanggapan soal kebenaran pemeriksaan Jarot tersebut.
Selain itu, Febri menambahkan bersamaan dengan pemeriksaan Jarot dan Hendarwan di KPK, pemeriksaan juga dilakukan di Malang. Ia menegaskan, 12 orang saksi dari anggota DPRD Kota Malang diperiksa di Polres Malang Kota.
Pria kelahiran Padang Sumatera Barat ini mengatakan, bahwa pemeriksaan ke 12 orang saksi anggota DPRD Kota Malang adalah terkait dengan dugaan gratifikasi oleh Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono alias MAW yang telah ditetapkan sebagai tersangka. “Pemeriksaan masih akan berjalan dalam beberapa hari ini. Kami harap semua saksi kooperatif,” pungkas Febri. (ica/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...