Kurir Narkoba Dibui Lima Tahun

 
MALANG – Kurir narkoba, Hendra Hermawan, 40 tahun, warga Jalan Bandulan Barat, mengerat jeruji penjara. Tidak takut dengan hukuman prodeo, dia bahkan sudah melakukan transaksi sabu sebanyak empat kali. Hendra divonis 5 tahun kurungan oleh hakim ketua Johanis Hehamony di persidangan PN Malang.
Dalam amar putusan yang diunggah ke Mahkamah Agung, Johanis tak memberi ampun untuk kurir narkoba seperti Hendra dan mengabulkan tuntutan jaksa Trisnaulan Arisanti dari Kejari Malang. 
“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menguasai narkotika, menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun,” kata Johanis.
Hendra, merupakan bagian dari lima pelaku jaringan narkoba yang dicokok oleh Polsek Lowokwaru. Selain Hendra, ada Hari Nugroho (39) warga Jalan Raya Wendit Barat Mangliawan, Dedy Harianto (30) warga Jalan Subali Mangliawan, Andry Prasetio (33) PNS warga Jalan Sawojajar, serta Drs M Sulkan (51) wraga Jalan Danau Ngebel Sawojajar.
Penangkapan terhadap pengedar kambuhan Hendra, berawal dari penangkapan terhadap Hari Nugroho di Jalan Tenaga Selatan II. Dia kedapatan membawa sabu-sabu serta uang sebesar Rp 450 ribu, serta ponsel Sony dan Evercross sebagai alat transaksi. Setelah itu, Polsek Lowokwaru melakukan pengembangan, dan menangkap Dedy di Guest House Flamboyan Jalan Letjen S Parman.
Dedy tertangkap sedang pesta sabu bersama Andry yang tercatat sebagai PNS Pemkot Malang. Polsek Lowokwaru menemukan uang Rp 700 ribu, hape Samsung, satu pipet berisi kristal sabu serta satu buah bong sabu. Dalam interogasi, Dedy mengaku dapat barang haram dari Hendra. Tanpa pikir panjang, petugas langsung mengejar Hendra dan menangkapnya di Jalan Bandulan Barat.
“Barang bukti berupa satu bekas bungkus rokok LA Mild berisi 1 plastik klip kecil narkotika sabu yang digulung kertas alumunium foil seberat 0,017 gram, serta satu buah handphone merk Acer,” ujar Trisnaulan dalam berkas dakwaannya. Setelah menangkap Hendra, Polsek Lowokwaru kembali menangkap bandar Drs M Sulkan di Jalan Danau Ngebel.
Selain hukuman 5 tahun, Hendra ditambah denda Rp 800 juta karena pelanggarannya terhadap pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Karena tak bisa membayar denda tersebut, hukuman penjaranya ditambah 3 bulan.(fin/jon)

Berita Lainnya :