Emak-emak Sukses Tipu 120 Orang


MALANG - Aksi penipuan berkedok yayasan fiktif dengan pelaku emak-emak alias ibu rumah tangga, akhirnya terbongkar. Reskrim Polres Malang Kota menangkap Risna Buatasik, 43 tahun, warga Mergan Raya V RT 10 RW 06, Tanjungrejo, Sukun. Tak tanggung-tanggung, jumlah korbannya mencapai 120 orang! Akibat penipuannya, total kerugian warga ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar.
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi Purnomo menjelaskan, modus penipuan Risna terhitung nekat. Dua tahun lamanya, Risna beraksi di Malang Raya sebelum ditangkap Agustus 2017.
"Dia mengaku dari yayasan, yang ternyata fiktif, lalu mendatangi korban untuk menawarkan kredit motor murah. Separuh harga dibayar korban, sisanya dibayar oleh yayasan," kata Heru di Polres Makota kemarin.
Untuk memuluskan aksinya, Risna memakai nama yayasan Pembinaan Perempuan Indonesia Mandiri Swedia-Indonesia. Dengan modal iming-iming bisa beli kendaraan murah Risna menjalankan modusnya dengan lancar sejak tahun 2015. Apalagi, dia membawa berkas yayasan yang diklaim bekerjasama dengan luar negeri.
Wanita kelahiran Sulawesi Tenggara ini, mengandalkan mulut manis serta surat yayasan fiktif itu saat menarget korbannya. "Karena meyakinkan dan menggiurkan, korban tertarik dan langsung memberikan uang separuh dari harga beli motor," ujar Heru.  
Demi meyakinkan korbannya, Risna memberi janji bahwa separuh biaya pembelian motor akan ditutup oleh yayasannya.
Dengan klaim yayasan ini bekerja di bidang sosial dan memberdayakan perempuan untuk mandiri, Risna sukses mengelabui para korban yang sebagian besar adalah perempuan. Agar aksinya tidak ketahuan, Risna langsung memakai uang yang diberikan oleh korban, untuk membayar panjar serta dua kali cicilan bulanan motor tanpa sepengetahuan korban.
Motor ini diserahkan kepada korban dan menyebut kendaraannya sudah lunas. Setelah kendaraan datang, korban yang sudah yakin, mendapat kwitansi palsu dengan nama Sherlita. Kwitansi ini jadi bukti pembayaran korban terhadap kendaraan itu. Dengan kwitansi palsu ini juga, Risna memastikan bahwa korban tidak curiga terhadap yayasan fiktifnya dan meyakini motor tersebut sudah lunas terbayar.
Dia juga menjanjikan BPKB akan turun setelah satu tahun. Sebab, Risna beralasan separuh uang untuk kredit, akan ditanggung oleh yayasan dengan cara bayar cicil selama satu tahun. Janji kredit motor dari Risna pun hanya satu tahun. Padahal, kenyataannya Risna kredit motor lewat leasing secara normal selama tiga tahun tanpa sepengetahuan korban.
Setelah motor diantar, Risna kabur. Uang yang diambil sebagai keuntungan oleh Risna dari tiap korban berkisar Rp 8 juta sampai Rp 15 juta, tergantung jenis motor. Korban menyadari aksi penipuan Risna setelah pihak leasing datang menagih uang cicilan bulanan.
Selama dua tahun jumlah korbannya kian menumpuk sebelum akhirnya ada laporan masuk ke Reskrim Polres Makota. “Dia ditangkap di rumahnya setelah ada dua laporan yang masuk ke Polres Makota. Dari hasil interogasi, pelaku menyatakan sudah menipu lebih dari 120 orang, dan mengumpulkan Rp 1,7 miliar dari hasil penipuannya,” tambah Heru.
Sementara itu, saat ditanyai wartawan, Risna melakukan penipuan berkedok yayasan fiktif pemberi kredit motor murah, karena juga dikejar utang. Dia berdalih bahwa dia punya banyak cicilan.
“Untuk bayar utang, cicilan mobil dan lainnya,” ujar Risna lirih, sebelum digelandang ke tahanan Polres Makota.
Risna terancam pidana penjara 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. Polres Makota, meminta warga Kota Malang hati-hati serta tidak mudah tergiur dengan tawaran kredit murah jika tak mau jadi korban penipuan. Sebab, minimal sudah ada 120 orang warga Malang yang sudah dimangsa penipu seperti Risna.(fin/ary)

Berita Lainnya :