Lagi, Tujuh Dewan Dipanggil KPK ke Jakarta


MALANG - Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI belum selesai. Sekitar tujuh anggota DPRD Kota Malang bakal dipanggil kembali oleh KPK, untuk dimintai keterangan. Tapi pemeriksaan tidak dilakukan di Kota Malang, melainkan di Gedung KPK RI Jalan HR Rasuna Said Jakarta. Pemeriksaan tersebut, rencananya digelar pada Senin (21/8) mendatang.
Hal ini diketahui Malang Post dari keterangan terhadap sejumlah sumber elit politik di Kota Malang. Tujuh nama tersebut adalah Mohan Katelu, R.B Priyatmoko Oetomo, Ya’qud Ananda Gudban, Suprapto, Syaiful Rusdi, Abdurrahman dan Salamet.
“Mereka dipanggil Senin depan rencananya. Saya tidak tahu pasti ada surat apa tidak, yang jelas mereka semua pada saat pemeriksaan disuruh mencatatkan semua nomor Ponsel yang dipunya,” ungkap narasumber Malang Post tersebut.
Ia mengatakan kembali, sebagian besar anggota dewan yang dipanggil tersebut merupakan anggota badan anggaran DPRD Kota Malang.
Informasi ini kembali menguatkan dari salah seorang narasumber Malang Post di luar elit poltik juga membenarkan hal yang sama. Nama-nama anggota dewan tersebut dikonfirmasi benar akan dipanggil pada Senin depan.
“Yang saya tahu tidak semua anggota dewan yang dipanggil Tetapi pak Salamet, Nanda, Mohan, Syaiful Rusdi, Abdurrahman dan Suprapto ini memang nama-nama yang akan dipanggil,” tegasnya.
Saat Malang Post mencoba menemui tujuh anggota dewan tersebut pada Sidang Paripurna DPRD Kota Malang, Jumat (18/8) di Gedung DPRD Kota Malang. Ternyata, sebagian besar anggota dewan yang disebut tidak menghadiri sidang paripurna tersebut.
Menurut pantauan Malang Post, hanya dua orang saja yang terlihat mendatangi sidang paripurna tersebut yakni Mohan Katelu dan Priyatmoko. Sisanya tidak terpantau hadir. Mohan Katelu, anggota DPRD Kota Malang dari Komisi B saat dimintai konfirmasi soal pemanggilan KPK di Jakarta berusaha menghindar dari pertanyaan.
“Gak, gak. Saya mau cari Pak Sukarno dulu,” ungkap Mohan saat ditemui usai sidang paripurna.
Saat ditanya lebih detail, Mohan berlalu dan terus melangkah cepat meninggalkan gedung dewan dan tidak mengindahkan pertanyaan dari Malang Post sambil terus berkata tidak.
Sementara itu, Priyatmoko, anggota DPRD Kota Malang dari Komisi C yang juga dipanggil KPK ke Jakarta pekan depan pun, tidak dapat memberikan konfirmasi. Saat hendak ditanyai soal pemanggilan usai sidang paripurna, ia dengan cepat pergi meninggalkan lokasi dan tidak terpantau kembali.
Untuk nama-nama lain anggota dewan yang kabarnya akan dipanggil KPK ke Jakarta seperti Ya’qud Ananda Gudban, Salamet, Suprapto, Abdurrahman dan Syaiful Rusdi tidak dapat dihubungi saat dihubungi via telpon. Ponsel empat orang wakil rakya tersebut berbunyi “tidak dapat dihubungi sementara waktu” atau “sedang berada di luar jangkauan”
Selain anggota legislatif, Wali Kota Malang H. Moch Anton pun dikabarkan kembali dipanggil KPK pekan depan. Saat Malang Post mencoba mengkonfirmasi, H. Moch Anton menampik kabar tersebut.
“Ah kata siapa? Ndak ada itu,” tegasnya saat ditemui usai sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (18/8).
Pekan depan KPK memang masih melaksanakan proses pemeriksaan kepada saksi-saksi terkait dugaan suap yang dilakukan mantan Kepala PUPR Kota Malang Jarot Edy Sulistyono dan Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman. Dugaan suap keduanya, terhadap Ketua DPRD Kota Malang pada saat itu M. Arief Wicaksono. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Namun, hanya dua yang sudah diperiksa dengan status tersangka oleh KPK pekan lalu yakni Jarot dan Hendarwan. Sementara Arief baru akan diperiksa pekan depan pada Selasa (22/8) mendatang.
“Selasa depan pak Arief dipanggil sebagai saksi atas tersangka Jarot,” tegas Kuasa Hukum Arief  Wicaksono Andy Firasadi SH MH kepada Malang Post, Jumat (18/8).
Sebelumnya KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang dan 8 PNS Pemkot Malang sejak Senin (14/8) lalu sampai berakhir pada Rabu (16/8). Selain anggota eksekutif dan legislatif, terdapat dua warga sipil juga yang turut diperiksa sebagai saksi. (ica/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...