Berstatus Tersangka, Wali Kota Belum Berani Nonaktifkan


Malang Post - Wali Kota Malang H. Moch Anton tak berani mengambil sikap soal status Jarot, karena belum ada surat resmi. Anton mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan keputusan apapun maupun tindakan soal status kepegawaian Jarot pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu.
“Kita masih menunggu soal itu,” ungkap Anton.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari pihak-pihak terkait soal status dari Jarot sendiri. Seperti surat resmi Jarot sebagai tersangka kepada Pemkot Malang. Selain itu, Anton menambahkan bahwa pihaknya tetap menghargai proses yang dilakukan KPK kepada Jarot, dan tetap menganggap hal tersebut masih proses. Sehingga, belum bisa dijadikan dasar kuat untuk penentuan status kepegawaian Jarot.
“Ini masih dalam penyidikan dan belum selesai. Kami masih tidak ingin menduga-duga dulu. Masih menunggu sampai sejauh mana kasus ini berjalan,” tandas Anton.
Saat ditanya soal bantuan hukum pun, Anton menyampaikan hal tersebut juga belum dipikirkan oleh pihaknya. Ia mengungkapkan bahwa bantuan hukum kepada Jarot akan dipertimbangkan sambil menunggu proses dan melihat perkembangannya.
Sementara itu, menurut data yang didapat, Jarot sendiri masih melaksanakan tugasnya di DPM-PTSP usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK pada Selasa (15/8). Hal ini diakui salah seorang pegawai DPM-PTSP yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui Jumat (18/8) lalu.
“Sudah sejak Rabu Minggu lalu, bapak sudah ada di kantor,” katanya singkat.
Perempuan ini mengakui lagi bahwa Jarot bekerja seperti biasa dan mengurusi hal-hal penting seperti pembubuhan tanda-tangan pada berkas-berkas perizinan yang sempat tertunda. Akan tetapi, saat Malang Post meminta untuk dipertemukan, pegawai ini tidak mengizinkan.
Ia mengatakan bahwa Jarot tidak ingin ditemui oleh awak media untuk beberapa saat. Akan tetapi. Jarot akhirnya mau memberikan sedikit keterangan saat dihubungi melalui sambungan telepon Minggu (20/8). Menurut informasi yang diperoleh Malang Post, Jarot kembali dipanggil KPK untuk diperiksa, hari ini.
Saat ditanyakan hal ini, Jarot mengaku belum mendengar informasi panggilan tersebut. “Tidak, belum dengar saya,” ungkapnya.
Kembali ditanya soal pemeriksaan KPK, Jarot terkesan enggan memberikan keterangan dan berkata sedang buru-buru. Namun, sebelumnya, Jarot sempat mengatakan bahwa dirinya masih seperti biasa bertugas di DPM-PTSP dan menjelaskan bahwa aktivitas dinas yang dipimpinnya tetap berjalan seperti biasa. Ia pun mengaku dalam keadaan sehat dan fit.
Menurut informasi, selain Jarot, yang akan diperiksa pada hari ini, terdapat tujuh anggota DPRD Kota Malang. Ketujuh anggota dewan tersebut adalah Mohan Katelu (Komisi B), R.B Priyatmoko Oetomo (Komisi C), Ya’qud Ananda Gudban (Komisi B), Suprapto (Ketua Badan Kehormatan DPRD), Syaiful Rusdi (Komisi A), Abdurrahman (Komisi C) dan Salamet (Komisi C).
Kemudian pada Selasa (22/8) giliran M. Arief Wicaksono yang jadwalnya diperiksa oleh KPK. Sebelumnya, Kuasa Hukum Arief, Andy Firasadi SH MH membenarkan hal ini dan mengakui bahwa kliennya siap datang ke Kantor KPK di Jakarta.
“Beliau diperiksa sebagai saksi atas tersangka Jarot Edy Sulistyono,” ungkap Andy menegaskan pada Malang Post.
Ia kemudian juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan Arief sebagai saksi atas tersangka Jarot akan dilakukan Arief dengan mempersiapkan beberapa berkas dokumen. Di antaranya adalah dokumen APBD 2015  dan dokumen hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Andy tidak menjelaskan dokumen BPK apa yang dimaksud. Ditambahkannya, jadwal pemeriksaan Arief di gedung KPK di Jakarta dijadwalkan dilaksanakan pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang dan 8 PNS Pemkot Malang sejak Senin (14/8) lalu sampai berakhir pada Rabu (16/8). Selain anggota eksekutif dan legislatif, terdapat dua warga sipil juga yang turut diperiksa sebagai saksi. (ica/ary)

Berita Lainnya :