Mahasiswi Pembunuh Bayi Bebas Oktober

 
MALANG – Kisah pilu Prive Widya Antika, 21, warga desa Bendowulung Blitar akhirnya purna. Mahasiswi semester 6 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB yang divonis enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Malang dalam pembacaan putusan minggu lalu. Vonis hakim, lebih ringan dari tuntutan 1 tahun penjara dari jaksa Tyas Prabhawati.
Vonis Prive, terlampir dalam amar putusan perkara nomor 279/Pid.B/2017/PN.Mlg, hakim ketua Rightmen H Situmorang, didampingi hakim anggota Benny Sudarsono-Ratna Mutia Rinanti serta Panitera Pengganti Bambang Rudiawan. “Menyatakan terdakwa terbukti bersalah atas tindak pidana pembunuhan anak, menjatuhkan pidana penjara 6 bulan,” kata Rightmen saat mengetuk palu vonis di meja hijau.
Hukuman yang diterima oleh Prive, sangat ringan dibandingkan dengan hukuman maksimal 7 tahun bagi pelanggar pasal 341 KUHP. Banyak fakta persidangan yang membuat hakim memberi pidana penjara yang ringan baginya. Bayi yang dikandung oleh Prive tak lepas dari pemerkosaan yang dialamiya pada Juli 2016 lalu.
“Juli 2016 pukul 21.00, di semak-semak dekat makam Kerto kampus UB, saat itu terdakwa pulang dari kuliah dan berjalan sendirian, biasanya bersama teman-teman. Setibanya dekat makam di semak-semak, terdakwa dipaksa orang yang tidak kenal dan diperkosa,” kata Rightmen membacakan fakta persidangan.
Dalam persidangan, terungkap pula bahwa Prive tutup mulut dari semua orang, termasuk keluarga dan teman serta ibu kosnya, atas perkosaan yang dialaminya. Mahasiswi yang tinggal di Jalan Sumbersari selama kuliah ini, akhirnya terpaksa melahirkan sendirian, dan membunuh bayinya karena takut ketahuan.
Rightmen menyebut hal yang memberatkan Prive di mata hukum, adalah perbuatannya yang mengakibatkan bayinya meninggal. Namun, ada pula hal yang meringankan hukumannya. Prive belum pernah dihukum. Dia adalah  korban perkosaan dari pria tak dikenal. Ada pula, surat pernyataan warga Sumbersari diketahui RT/RW, tempat Prive kos, mencabut berkas laporan ke polisi, dan memaafkannya.
“Dia menyesali perbuatannya, dan masih aktif sebagai mahasiswa UB. Terdakwa adalah mahasiswa bidik misi yang berprestasi dan dibiayai UB. Terdakwa masih punya keinginan melanjutkan kuliah di UB sebagai mahasiswa bidik misi,” kata Rightmen. 
Setelah divonis 6 bulan oleh hakim, Prive kini tinggal sedikit lagi menjalani masa tahanan. Prive ditahan di LP Wanita sejak 1 April 2017. Dikurangkan dengan masa tahanannya selama persidangan, Prive akan bebas pada 1 Oktober 2017 mendatang.(fin/lim)

Berita Lainnya :