magista scarpe da calcio Suami di LP, Istri Jualan Sabu-sabu


Suami di LP, Istri Jualan Sabu-sabu

 
MALANG – Kedua mata Nawang Sari Sih Utami, terlihat sembab ketika digelandang petugas dengan tangan kiri terborgol. Wanita berusia 42 tahun ini, seperti baru saja menangis. Warga Perumnas Niwen Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir ini, sejak akhir pekan lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, karena kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS).
Ibu tiga anak ini, ditangkap Satuan Reskoba Polres Malang di rumahnya. Ia tidak sendirian, keponakannya Kukuh Sajiwo, 37, warga Desa Landungsari Kecamatan Dau juga ikut diamankan sekaligus dijebloskan ke dalam penjara. Selain sebagai pemakai, Nawang juga mengedarkan SS. 
“Sudah sepuluh bulan ini (terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, red),” ucap Nawang lirih, dengan kedua matanya berkaca-kaca.
Wanita berambut panjang ini mengatakan, dirinya terjurumus ke dalam dunia gelap narkotika lantaran terpaksa. Nawang harus menghidupi ketiga anaknya, semenjak suaminya menjalani hukuman di LP Lowokwaru. Suaminya terlibat kasus penggelapan mobil.
Karena tidak ada pilihan lain itulah, akhirnya untuk mendapatkan uang Nawang kembali masuk ke dunia narkoba. Padahal tahun 2005 lalu, Nawang sudah pernah berurusan dengan polisi Polres Malang Kota juga karena narkotika. “Saya harus menghidupi anak-anak. Keuntungan saya menjual SS hanya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu saja,” ujar Nawang.
Sabu-sabu yang dijual, didapat dari seorang temannya asal Kecamatan Wagir. Sepoket seberat 1 gram dibeli dengan harga Rp 1,3 juta, kemudian dipecah menjadi beberapa poket untuk dijual. Nawang juga tidak memungkiri kalau dirinya ikut menikmati sabu-sabu.
“Saya memakainya ketika ada yang mengajak saja. Kalau tidak ya pas kondisi badan capek, sehingga untuk menambah stamina,” tuturnya.
Sedangkan Kukuh, mengaku kalau dirinya masih keponakan Nawang. Saat ditangkap itu, kebetulan dia datang ke rumah Nawang. Selanjutnya mereka berdua memutuskan untuk pesta SS bersama. “Saya hanya pemakai saja, tidak ikut mengedarkan,” kata Kukuh.
Kasubag Humas Polres Malang Ipda Ahmad Taufik mengatakan, penangkapan kedua budak narkotika tersebut berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di wilayah Kecamatan Wagir, marak beredar narkoba. Berdasarkan informasi itulah, petugas lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Hasilnya begitu diketahui bahwa yang mengedarkan adalah Nawang, petugas langsung menggerebek rumahnya. Saat ditangkap, kebetulan Nawang dan Kukuh sedang asyik menikmati SS. “Barang bukti yang kami amankan, sepoket SS, satu pipet kaca berisi SS, seperangkat alat hisap, timbangan elektrik dan peralatan sabu lainnya,” jelas Ahmad Taufik.(agp/lim)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top