Masak Bakso, Tabung Elpiji Meledak

 
MALANG – Kebakaran di perkampungan padat Jalan Gilimanuk Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru menghebohkan warga setempat. Sekitar pukul 09.30 kemarin, kobaran api muncul dari rumah Musholi, 36, Jalan Gilimanuk gang 4, nomor 10 RT 04/RW 12. Jilatan lidah api yang keluar di atap dapur rumah Musholi berasal dari tabung gas elpiji 3 kilogram yang meledak. Beruntung, Musholi hanya mengalami luka bakar ringan di kakinya.
Dia menceritakan, kejadian berawal dari kegiatannya memasak. Korban adalah penjual bakso keliling. Dia kelahiran Ngajum serta baru menempati rumah ini sebelum bulan puasa. Kartu Keluarganya pun masih ikut di Jalan JA Suprapto gang 2.
Dia sedang memasak untuk persiapan jualan bakso. Anak istrinya sedang di rumah. Sedangkan, anak sulungnya sedang sekolah. Petaka melon elpiji terjadi saat dia hendak mengganti tabung yang kehabisan gas.
“Saat mau masak, tabung habis. Saya akhirnya buka tabung baru yang tersegel. Saat saya buka, ternyata sudah bocor dan mengeluarkan gas. Kompor sebelah menyala, akhirnya nyaut gas dan tabung meledak,” kata Musholi kepada wartawan kemarin. Api langsung menyambar Musholi yang kaget dengan meledaknya tabung elpiji.
Ada tiga tabung elpiji di dapur. Satu tabung sudah kosong. Sedangkan, dua elpiji masih berisi gas. Kedua tabung ini meledak dan mengeluarkan api. Dalam kondisi panik, dia berusaha mematikan dua kompor yang menyala.
Tapi, hanya satu kompor yang dimatikan. Sedangkan, satu kompor lain sudah terlanjur menyambar gas elpiji dan memunculkan api tambahan yang menghanguskan dapurnya. Korban pun tak luput dari sambaran api. Kaki kirinya mengalami luka bakar ringan.
“Saya langsung minta tolong tetangga,” ujarnya. Juli, tetangga sebelah rumah korban membenarkan bahwa dia ikut membantu memadamkan api. Karena lokasi kebakaran ada di dapur, dia melihat api sudah menyambar-nyambar di sela-sela atap seng rumah di bagian belakang.
“Saya langsung siram rumah sekitar dengan air. Takutnya merembet karena ini perkampungan padat,” kata Juli. Warga sekitar mulai bermunculan dan memadamkan api dengan alat seadanya. Ember berisi air serta pasir disiramkan ke titik api. Selama kurang lebih 30 menit, warga berusaha memadamkan api.
Tak lama, tim UPT Damkar Pemkot Malang datang. Saat tiba, kebakaran sudah hampir dijinakkan. Kepala UPT Damkar Jose Belo menyebut tim pemadam tinggal melakukan pemadaman titik api kecil sekaligus pendinginan. Petugas mengerahkan lima kendaraan pemadam.
“Tadi kita hanya lakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Kita kerahkan 5 truk pemadam. Pukul 10.15 kita sudah geser meninggalkan lokasi,” tutup Belo. 
Akibat kebakaran ini, dapur rumah korban luluh lantak dengan bekas hangus di dinding-dinding rumah. Peralatan dapurnya juga ikut terlalap api. Estimasi kerugian adalah Rp 12 juta.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Bindriyo membenarkan adanya kejadian ini. “Beruntung api bisa segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah yang lain,” jelas Kompol Bindriyo. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa namun kerugian materiil diperkirakan mencapai 12 juta. (fin/mg1/lim)

Berita Lainnya :