Banyak Bungkam, Jarot Disebut Sariawan


MALANG POST - Mantan Kepala Dinas PU Perumahan dan Pengawasan Bangunan Kota Malang Jarot Edy Sulistyo benar-benar memenuhi panggilan KPK, Senin (21/8) kemarin siang. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) itu banyak bungkam usai diperiksa. Ia dicecar KPK selama 5,5 jam, bersama anggota DPRD Kota Malang, salah satunya R.B Priyatmoko Oetomo.
Malang Post meliput langsung ke Gedung KPK di Jakarta. Jarot datang ke gedung baru KPK di Jalan Kuningan Mulia sekitar pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan berlangsung lama hingga sore hari. Jarot baru keluar dari gedung KPK pukul 16.50 WIB dengan didampingi pengacaranya. Banyak wartawan menunggu pria yang pernah mencalonkan diri di Pilkada Kabupaten Lumajang itu sejak pagi hari. Banyak yang kecele, sebab sebagian wartawan memperkirakan Jarot keluar sudah mengenakan rompi  warna orange.
Apalagi sebelumnya KPK juga mengeluarkan salah satu tersangka kasus suap di Kabupaten Pamekasan  Rudi Indra Prasetya. Namun, saat keluar dari gedung KPK, Jarot masih mengenakan baju yang sama seperti saat ia datang. Ia juga tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Padahal wartawan sudah mendesak dengan beberapa pertanyaan. Selain itu wartawan juga menghadangnya hingga keluar halaman gedung tersebut.
‘’Pak  kok diam saja, sariawan ya,’’ celetuk salah satu wartawan yang kesal karena pertanyaannya tak dijawab sama sekali.
Jarot pun tak bergeming dan tetap tidak mau mengeluarkan satu kata pun. Begitupula pengacaranya juga tidak mau memberikan jawaban pertanyaan dari media.
Menariknya, kepulangan Jarot dari Kantor KPK ini tidak naik mobil plat hitam. Keduanya naik taksi Blue Bird  Nopol B 1605 WTD yang sudah dipesan di tepi jalan dan sudah menunggunya.
Jarot memilih duduk di belakang dan di pojok kanan dan langsung menutup pintu mobil. Berikutnya baru pengacaranya masuk mobil da duduk di bangku depan dekat sopir.
Sebelumnya juru bicara KPK Febri Diansyah mengumumkan, ada empat saksi yang dipanggil KPK hari itu tidak hadir. Salah satunya  Saiful Rusdi yang sedang menjalankan ibadah haji. Sedangkan lainnya bukan kasus dari Malang.
Jarot diperiksa sebagai saksi atas tersangka M Arief Wicaksono terkait tindak pidana korupsi suap dalam pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015. Dian Aminuddin salah satu anggota tim kuasa hukum Jarot membenarkan pemeriksaan Jarot tersebut.
“Kita tidak diperbolehkan mendampingi ke dalam. Yang jelas diperiksa tidak lama kok karena sebagai saksi,” tandas Dian saat dihubungi Malang Post.
Saat ditanya lebih detail soal materi pertanyaan KPK dan langkah hukum apa yang akan dilakukan Jarot dan kuasa hukum, Dian mengarahkan Malang Post untuk langsung bertanya pada koordinator tim kuasa hukum Haris Fajar.
Sementara Haris Fajar, saat dimintai tanggapan oleh Malang Post tidak dapat memberikan keterangan soal materi apa saja yang diberikan KPK kepada Jarot saat pemeriksaan kemarin.
“Pak Jarot tadi dimintai keterangan sebagai saksi. Kalau saksi kan tidak boleh didampingi pengacara. Jadi saya nggak bisa share soal materinya,” tukas Haris.
Saat ditanya soal agenda pemeriksaan selanjutnya serta upaya hukum apa yang akan diberikan tim kuasa hukum, Haris juga tidak dapat memberikan penjelasan soal itu secara gamblang.
“Saya belum dapat info soal itu. Pastinya penyidik yang punya agenda yang bisa pastikan ini,” pngkas Haris.(ica/jon/ary)

Berita Lainnya :