Peredaran Ganja Dikendalikan Napi Lapas


MALANG – Resnarkoba Polres Makota mengobrak-abrik rantai peredaran ganja lintas kota di Jawa Timur. Bahkan, polisi juga membongkar jaringan peredaran ganja, yang dikendalikan dari Lapas Sidoarjo. Hal ini terungkap dari amar putusan PN Malang, saat memvonis Dhany Rizki, 20, warga Bluru Kidul Sidoarjo, dan Dimas Pamungkas, 21, warga Pucang, Sidoarjo dengan hukuman penjara 4 tahun.
Fakta ini muncul saat putusan digedok hakim ketua, Dina Pelita Asmara, bersama hakim anggota Byrna Mirasari dan Mochammad Faktur Rochman dibantu Panitera Pengganti Anang Widodo. Dalam amar putusan nomor 269/Pid.Sus/2017/PN.Mlg, pengungkapan Resnarkoba Polres Makota, tak lepas dari tertangkapnya kedua pengedar yang kini mengerat di LP Lowokwaru itu.
“Menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat melawan hukum memiliki dan menyimpan narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman. Menjatuhkan pidana, masing-masing 4 tahun dan denda Rp 800 juta,” kata Dina membacakan putusannya, di PN Malang.
Awalnya, Februari 2017 lalu, Rickie Bagus Setiawan, warga Jombang yang kos di MulyoagungDau, memesan ganja sebanyak setengah kilogram kepada Dhany seharga Rp 3 juta dan bertransaksi di Sidoarjo. Dhany menggenapkan uang dari Rickie jadi Rp 4,5 juta, untuk membeli 1 kilogram ganja Joshua yang ternyata narapidana Lapas Sidoarjo. Dhany dan Dimas, bertransaksi lewat transfer ke nomor rekening BCA.
“Kedua terdakwa, pergi ke ATM BCA di selatan Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, mentransfer uang tunai tersebut ke nomor rekening BCA, sesuai petunjuk SMS dari teman Dimas yang bernama Joshua, seorang narapidana penghuni Lapas Sidoarjo,” ujar majelis hakim dalam fakta persidangan.
Setelah transfer, Dimas mengirim SMS kepada Joshua. Napi Lapas Sidoarjo ini membalas dengan instruksi untuk datang ke daerah Waru. Dimas, lalu menerima telepon dari orang tak dikenal yang diduga anak buah Joshua yang berada di luar lapas. Satu kilogram ganja, ditaruh di tong bekas oli di samping bengkel servis motor sebelum gapura batas masuk desa Buncitan Sedati Sidoarjo.
Dari situ, ganja ini dibawa ke rumah Dhany, untuk dibagi bersama Rickie yang pesan setengah kilogram. Mereka bertiga lalu berangkat ke Kota Malang untuk mengedarkan ganja tersebut. Dhany dan Dimas, ditangkap Resnarkoba Polres Makota di ruko Saxophone Tunggulwulung. Tak lama, Rickie diamankan juga di kos-kosannya Jalan Mulyoagung Dau.
Sebelum diputus 4 tahun, Dhany dan Dimas dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa Kejari Malang, karena pelanggaran pasal 111 UU nomor 35 tahun 2009. Sementara, Rickie masih dalam proses persidangan di PN Malang, dan dituntut pasal yang sama.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :