Kasus Penusukan Poncokusumo Gugur, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa


MALANG – Kasus penusukan yang dilakukan Suriyoto, 40, terhadap adik keponakannya Kusnan, 34, harus gugur demi hukum. Kasusnya tidak bisa berlanjut lantaran Suriyoto, warga Dusun Trigu Desa/Kecamatan Poncokusumo ini, memang mengalami gangguan kejiwaan.
“Untuk hasilnya secara pasti memang belum dan kami masih menunggu. Tetapi dari keterangan dokter sebelumnya, bahwa Suriyoto memang mengalami kelainan kejiwaan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Jika hasil pemeriksaan nantinya keluar dan menyatakan bahwa pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan, maka kasus penusukan tidak bisa diproses. Pelaku akan diserahkan lagi kepada pihak keluarga. Selanjutnya dengan bukti surat dari dokter psikiater, maka pelaku harus segera dibawa ke RSJ Lawang.
“Karena kalau tidak dibawa ke RSJ Lawang, nanti dikhawatirkan akan mengulangi lagi. Sehingga selain membahayakan keluarga juga warga sekitar,” ujarnya.
Untuk saat ini, lanjut Andik, usai diperiksakan ke dokter psikiater RSJ Lawang, Senin (21/8) lalu, pelaku dibawa kembali ke Mapolsek Poncokusumo. Suriyoto dijebloskan ke dalam penjara untuk sementara waktu, sembari menunggu hasil pemeriksaan kejiwaannya selesai.
Sedangkan untuk kondisi kesehatan Kusnan, menurut Andik, berangsur membaik. Korban juga sudah mulai sadar. Luka tusukan potongan gunting ke perut bagian kanan, sebelumnya sempat membuat Kusnan mengalami pendarahan hebat dan membuatnya tak sadarkan diri.
Peristiwa berdarah Sabtu (19/8) malam mengguncang Dusun Trigu, Desa/Kecamatan Poncokusumo. Kusnan, 34, bersimbah darah setelah ditusuk dengan potongan gunting oleh Suriyoto, 40, kakak keponakannya. Korban ditusuk tanpa sebab yang jelas, ketika sedang asyik nonton TV.
Akibat kejadian itu, Kusnan harus dilarikan ke RSSA Malang, karena luka tusuk cukup serius di perut sebelah kanannya. Sedangkan Suriyoto, sesaat setelah kejadian langsung diamankan petugas Polsek Poncokusumo.(agp/lim)

Berita Lainnya :