Mengerucut Satu Nama, Pembunuhan Wanita di Jembatan JLS Gedangan


MALANG – Tak lama lagi, kasus pembunuhan terhadap Wasiah, warga Desa Kepuh Kecamatan Kejayan Pasuruan, yang mayatnya dibuang di bawah jembatan JLS, Desa Tumpakrejo, Gedangan segera terungkap. Dari beberapa nama orang yang dicurigai, saat ini sudah mengerucut pada satu nama. Polisi tinggal mencari bukti petunjuk saja untuk menangkap pelakunya.
Pernyataan ini disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu kepada Malang Post kemarin siang. Ia menegaskan dari hasil pengembangan penyelidikan, sudah ada satu nama orang yang diyakini sebagai pelaku pembunuhan terhadap janda 7 kali tersebut.
“Sudah mengerucut satu nama. Sekarang kami tinggal mencari bukti petunjuk, sekaligus mencari tahu lokasi dimana korban dibunuh,” ujar Azi Pratas Guspitu.
Siapa nama pelaku yang dicurigai ini, Azi masih belum mau membocorkannya. Namun dikatakannya bahwa pelaku ini pernah dekat dengan korban. Ia membunuh korban karena dendam dan sakit hati.
“Nanti setelah terungkap akan langsung kami gelar. Saat ini saya bersama anggota masih di lapangan untuk mendalami kasusnya,” tutur Azi, sembari yakin bahwa secepat mungkin pelakunya akan tertangkap.
Seperti diberitakan, Kamis (17/8) lalu sesosok mayat perempuan ditemukan di bawah jembatan JLS Desa Tumpakrejo, Gedangan. Mayat korban pembunuhan ini, kondisinya sudah membusuk dan terbungkus karung plastik serta jas hujan. Korban diketahui bernama Wasiah, warga Desa Kepuh Kecamatan Kejayan Pasuruan.
Wasiah yang diketahui telah menjanda sebanyak 7 kali ini, terakhir keluar rumah hari Senin (14/8). Namun setelah itu sudah tidak diketahui lagi keberadaannya. Diperkirakan selain menjadi korban pembunuhan, juga perampokan karena semua barang berharga miliknya ikut raib.(agp/lim)

Berita Lainnya :

loading...