Maling Kota Jadi Sansak Hidup


MALANG – Kesabaran warga Desa Sananrejo Kecamatan Turen sudah habis. Selasa (22/8) siang, warga ramai-ramai menghajar Robi Khoirudin warga Desa Sitirejo RT 01/RW 02 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang,  pelaku pencurian kotak amal di masjid Baituttaibien yang berada di kawasan Desa Sananrejo RT 03/ RW 01 Kecamatan Turen.
Akibatnya, tak hanya babak belur dan nyonyor saja wajah pelaku, motor Honda Beat warna hitam bernopol N 3411 IU yang dikendarainya pun dirusak massa yang sudah mengamuk. Akibatnya motor itu pun ringsek.  Beruntung, petugas Polsek Turen segera tiba di lokasi dan mengamankan pelaku. Kalau tidak, nasib maling kotak amal itu pun bisa lain. Motor pelaku pun diamankan di polsek setempat.
Kompol Agus Guntoro Kapolsek Turen ketika dikonfirmasi terkait aksi massa terhadap pelaku pencurian kotak amal ini, membenarkan. “Tersangka tertangkap tangan saat melakukan pencurian. Dan barak bukti yang kami sita antara lain uang tunai sebesar Rp 356.200, satu buah HT merk Baofeng, obeng, satu set kunci L, dan satu unit sepeda motor,” paparnya saat di temui Malang Post kemarin.
Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 14.30, pelaku yang dari awal berniat mencuri itu masuk masjid. Ia berpura-pura melaksanakan ibadah salat. Setelah dinilai situasi sepi dan aman, pelaku segera mendekati kotak amal. Ia berusaha mencongkel dan membuka paksa kotak amal dengan alat yang memang sudah disiapkan sebelumnya.
Setelah berhasil membuka, pelaku kemudian menguras habis uang sebesar Rp 356.000 yang berada di kotak amal tersebut. Saat menguras uang kotak amal itulah,  ia tepergok salah satu warga setempat. Sontak pelaku diteriaki maling yang mengundang warga segera berdatangan ke masjid.
Panik! Pelaku yang tertangkap tangan mencuri uang amal itu pun tak bisa berkutik. Warga yang sudah habis kesabarannya langsung menjadikannya sansak hidup. Motor Beat warna hitam yang dikendarai oleh pelaku pun dirusak warga.
“Waktu saya lewat masjid, saya curiga dengan orang itu, soalnya beribadah kok sambil tolah-toleh,” kata Suparno warga di sekitar masjid yang hendak membeli rokok. Ia juga menambahkan, beberapa menit setelah ia melewati masjid, ia mendengar teriakan maling dari arah masjid. Ia pun langsung ikut berlari untuk mengejar malingnya. Dan yang terlihat adalah orang yang tadi dicurigainya.
“Daripada menghajar habis pelakunya, lebih baik motornya. Lumayan bisa meredakan emosi. Lagi pula saya juga takut kebablasan kalau menghajar pelakunya. Jadi pelakunya dihajar sewajarnya saja,” ujar Agung yang juga merupakan warga Sananrejo kepada Malang Post.(mg1/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :