Pelaku Penipuan Kredit 178 Motor Tak Sanggup Bayar Cicilan Rp 1,7 Miliar


MALANG – Kasus sangkaan penipuan kredit motor berkedok yayasan oleh Risna Buatasik, 43, warga Jalan Mergan Raya V, memasuki babak baru. Husein Tarang, SH, kuasa hukumnya, mempersilakan warga yang merasa jadi korban lapor polisi. Pasalnya, kliennya tak lagi bisa mencicil sisa kredit 178 motor yang total dananya mencapai Rp 1,7 miliar.
“Kalau korban klien saya ikhlas, ya silakan dilanjutkan cicilan motornya. Uang muka sudah terbayar. Kalau tidak terima, ya silakan lapor polisi dan buat BAP, serta hitung kerugian mereka. Tapi, jika minta klien saya untuk bayar sisa cicilan, dia sudah tak sanggup,” kata Husein kepada wartawan di luar gedung Reskrim Polres Makota, siang kemarin.
Husein membenarkan, kliennya menanggung cicilan motor dari 120 orang lewat yayasan fiktif, Pembinaan Perempuan Indonesia mandiri Swedia-Indonesia. Risna berjanji membayar separo dari total biaya kredit motor. Jumlah unit motor yang dicicil lewat Risna, mencapai 178 unit. Jika ditotal, maka uang yang harus dibayarkan kepada leasing atau finance, mencapai Rp 4,2 miliar.
Tapi, sekitar dua bulan lalu, cicilan dari Risna mulai macet sehingga leasing atau finance memberi jatuh tempo. Bahkan mulai menjabel kendaraan dari orang yang kredit lewat Risna. Sehingga, para debitur ini resah. Para korban yang motornya dijabel pun mulai menagih janji Risna untuk melunasi separo biaya kredit motor mereka.
Menanggapi tagihan korban, Husein menyebut, kliennya berusaha melakukan mediasi dengan para korban. “Klien saya tidak pernah berusaha melarikan diri sebelum dipolisikan. Dia sempat ingin mediasi,” kata Husein. Risna berusaha melakukan mediasi dengan para korban lewat bantuan Polsek dan Koramil Wagir.
Hanya saja, karena jumlah korbannya mencapai puluhan orang yang marah, upaya mediasi dibatalkan. Risna akhirnya mendatangi korban satu persatu untuk melakukan mediasi. Tapi, selama proses ini, Risna mendapat banyak pengancaman dan intimidasi. Bahkan sampai ada ancaman penculikan terhadap kedua anaknya.
Akhirnya, lewat laporan leasing ke polisi, Risna dijemput Reskrim Polres Makota. “Yang sudah terbayar ke leasing Rp 2,541 miliar. Sekitar Rp 283 juta adalah uang klien kami sendiri. 36 motor sudah lunas. Kami kuasa hukum tak bisa pahami motif klien kami. Kenapa mau jadi sinterklas, bantu orang walaupun rugi,” jelas Husein.
Dia menyebut, kliennya menerima dan pasrah dengan sangkaan pelanggaran pidana dari penyidik. Husein menyebut kliennya akan menjalani semua proses hukum sesuai sistem peradilan yang ada. Risna juga tidak akan melakukan proses pra peradilan. Namun, Husein berjanji akan memperjuangkan unsur perdata dari kasus ini untuk dibuka di hadapan penyidik.
Yakni, dugaan keterlibatan leasing yang membantu Risna memuluskan kredit motor hingga 178 unit. “Klien kami tidak akan bisa kredit sampai 178 unit motor sendirian, bila tak ada fasilitas, atau sarana dari pihak leasing. Tak mungkin tindakan klien kami berlanjut, apabila sudah dihentikan duluan oleh leasing,” tutup Husein.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...