magista scarpe da calcio Abah Anton Santai, Dijemput Umik di KPK


Abah Anton Santai, Dijemput Umik di KPK


Malang Post - Santai. Sikap itulah yang ditunjukkan Wali Kota Malang H Mochammad Anton saat menerima pertanyaan wartawan di gedung KPK, Selasa (22/8/17).  Rupanya, Anton mulai biasa menghadapi rentetan pemeriksaan dengan lebih rileks. Ia kemarin tiba digedung yang terletak di kawasan Kuningan ini sekitar pukul 10.15 WIB.
Mengenakan batik hitam kombinasi putih, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu datang sendirian dan terus menebar senyum kepada awak media. Anton menjalani pemeriksaan hampir selama enam jam. Sekitar pukul 15.10, pria yang akrab disapa Abah ini turun ke lantai satu dan langsung dihadang awak media termasuk Malang Post.
Abah Anton meladeni awak media dengan penuh komunikatif. Sejak di depan pintu keluar, ia langsung disodori beberapa pertanyaan berkaitan dengan pemeriksaan yang baru saja dijalaninya. Namun petugas KPK meminta wawancara tidak dilaksanakan persis di depan pintu.  "Ayo mundur mundur. Jangan di depan pintu, nanti ada orang mau lewat," tandas petugas perempuan itu.
Abah dengan sabar meminta awak media untuk mundur dan siap meladeni pertanyaan.
Menurutnya, pemeriksaannya kemarin berkaitan dengan Jembatan Kedungkandang.   "Masalah (pemeriksaan) tentang Jembantan Kedungkandang. Memang Jembatan Kedungkandang ini dianggarkan tahun jamak. Di penganggaran memang ada, tetapi pelaksanaannya tidak saya lakukan karena masih dalam proses hukum dan dalam pemeriksaan kepolisian," jelas Abah Anton.
Kepada wartawan, Anton menegaskan lagi, tidak ada pelaksanaan pembangunan Jembatan Kedungkandang dari anggaran yang sudah masuk dalam APBD. "Sudah saya sebutkan, belum ada yang namanya seleksi pengadaan barang dan jasa. Belum. Jadi, sejak mulai proses penganggaran memang tidak terjadi seleksi. Jadi belum ada satu pun perusahaan yang melakukan melakukan itu," jelasnya.
Anton menjelaskan, proses penganggaran melalui sidang paripurna,  yang muncul karena adanya usulan agar jembatan yang ada di Kedungkandang itu segera terealisasi. “Namun saya sampaikan waktu itu, proses ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Namun tetap ada usulan. Nah, di situlah terjadi penganggaran. Namun pelaksanaannya tidak pernah kami lakukan. Dari sejak awal semester pertama itu, sudah tidak kami lakukan seleksi penganggaran barang dan jasa," tegasnya lagi.
"Sudah ya. Sudah cukup banyak itu," ucapnya mengakhiri wawancara.
Ketika ditanya soal kasus yang menjerat Ketua DPRD M Arief Wicaksono hingga menjadikannya tersangka, Abah mengaku tidak mengetahuinya. Padahal menurut Juru Bicara KPK RI Febri Diansyah, Abah Anton diperiksa untuk kasus tersangka M Arief Wicaksono.
Setelah itu ada wartawan yang nyeletuk smbil bergurau, menanyakan apel. "Bah, tidak bawa apel Bah?," celetuk wartawan.
Abah pun tetap menjawab pertanyaan candaan itu. "Gak pesen disik rek. Apelnya di Malang rek," katanya penuh senyum.
Setelah pemeriksaan yang cukup lama itu, Abah Anton rencananya langsung balik ke Malang. "Iya ini, langsung balik ke Malang," tegasnya.
Ia sudah ditunggu mobil di depan gedung KPK yang di dalamnya terdapat sang istri Hj Dewi Farida Suryani. Wanita yang akrab disapa dengan Umik itu pun tampak wajah ceriah. Bahkan ia sempat menyapa Malang Post dari dalam mobil.
Sikap komunikatif Abah Anton ini berbeda dengan Mantan Kepala PU Jarot Edy Sulistyo yang bungkam saat wartawan mengajukan pertanyaan usai diperiksa KPK sehari sebelumnya.

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top