Kepepet Utang Rp 4 Juta

 
MALANG – Himpitan utang sebesar Rp 4 juta yang membuat hati Robi Khoirudin gelap. Pemuda, 22, warga Desa Sitirejo Kecamatan Wagir itu akhirnya nekat membongkar kotak amal masjid Baituttaibien, RT 03 RW. 01 Desa Sananrejo Kecamatan Turen, Selasa (22/8) sekitar pukul 14.30. Padahal saat itu pelaku baru saja salat duhur, dan sama sekali tak merencanakan untuk mencuri. 
"Setiap hari saya membawa obeng di bagasi sepeda. Jadi sebelumnya tidak punya rencana untuk mencuri. Yang ada di pikiran hanya bagaimana cara membayar utang di koperasi. Sampai akhirnya saya terpaksa mencuri," aku Robi yang sehari-harinya menjadi satpam di Singosari ini. ‘’Sebelumnya saya tidak pernah mencuri. Ini pertama kalinya,’’ akunya.
Ya, pelaku akhirnya tepergok Muhammad Soleh, 50, takmir masjid setempat dan diteriaki maling hingga warga berdatangan. Pelaku akhirnya menjadi sansak hidup massa yang sudah habis kesabarannya. Tidak hanya babak belur, motor yang dipakai pelaku, Honda Beat N-3411-IU warna hitam juga menjadi sasaran amuk massa hingga ringsek.
Kapolsek Turen Kompol Agus Guntoro menjelaskan, tersangka terpaksa melakukan tindak pidana pencurian karena kondisi keuangan yang menghimpitnya. "Tersangka terpaksa melakukan pencurian kotak amal karena memiliki utang di koperasi sebesar Rp 4 juta," tegasnya.
Pencurian yang dilakukan tersangka, beber Agus, dilakukannya setelah salat duhur itu. Setelah selesai salat itu, tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk menggondol uang dalam kotak amal. Namun sebelum sempat menguras uang sebesar Rp 356.200,  kejahatan tersangka diketahui oleh takmir masjid.
Pihak Polsek Turen saat ini telah mengamankan tersangka dengan beberapa barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp 356.200, satu buah HT merk Baofeng, satu buah obeng, satu set kunci L dan satu unit sepeda motor Honda beat N-3411-IU warna hitam dalam keadaan rusak berat karena amuk masa.
Dari aksi yang dilakukannya, tersangka akan dikenai Pasal 363 ayat (1), karena melakukan pencurian pada siang hari dengan merusak. Dengan begitu, tersangka akan terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.(eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...