magista scarpe da calcio Kapolres Bantah Ada Intervensi


Kapolres Bantah Ada Intervensi


BATU - Hingga mendekati masa pemeriksaan saksi 1 x 24 jam habis, Jumat (25/8) , penyidik Polres Batu belum meningkatkan status tiga pejabat yang ditangkap Tim Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam, Jumat (24/8). Kesannya ada tarik ulur antara tim Saber dan Polres Batu. Kapolres Batu, AKBP Budi Hermawan juga membatalkan rilis. Namun, ia membantah mendapat intervensi.
Pantauan Malang Post, aktivitas penyidikan di ruangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) pun mulai terlihat penurunan. Pers rilis yang sedianya direncanakan (25/8) pukul 10.00 batal dilaksanakan. Sempat tersiar kabar, pers rilis bakal digelar Satgas Saber Pungli bersama Polres Batu habis Salat Jumat,  namun rencana itu pun batal juga.
Hingga kemarin (25/8) sore belum ada tanda-tanda akan digelar jumpa pers. Kapolres Batu, AKBP Budi Hermawan mengirimkan pesan kepada wartawan, sebagai berikut.
 “Rekan-rekan mohon maaf kita belum bisa memberikan rilis (Keterangan Pers) karena masih penyelidikan dan mengumpulkan keterangan beberapa orang tentang kejadian ini. Kami tidak ingin salah langkah dan terburu-buru,” jelasnya.
Kapolres membantah adanya dugaan perbedaan persepsi antara tim penyidik dari saber pungli dengan penyidik Satreskrim Polres Batu terkait dengan ketersediaan barang bukti yang dimiliki. Termasuk kemungkinan adanya intervensi dari pihak lain. “Kita fokus saja, masih panjang prosesnya,” ujar Kapolres.
“Kita menunggu Kapolres Batu untuk memberikan keterangan pers,” ujar Brigjen Widiyanto Pusoko, Kepala Bidang Operasi Satgas Pungli Kemenkopolhukam.
Widiyanto menyebut tiga pejabat masih berstatus saksi. Yakni Nugroho Widhyanto (alias Yayan) Kabid Ciptakarya, Fafan  Firmansyah (Kasi Bidang Perumahan) dan Muhamad Hafid (Kasi Ciptakarya) pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Batu.
"Sampai saat ini belum ada tersangka. Tiga orang diamankan dan masih dalam status sebagai saksi," terang Brigjen Pol Widiyanto Poesoko, Kabid Operasi Saber Pungli Kemenkopolhukam kepada wartawan, kemarin.
Sementara aliran dana dan transaksi yang dilakukan PT Gunadharma sudah beredar luas secara rinci melalui berbagai media. Pada daftar aliran dana tersebut juga terdapat nama-nama, tokoh, pejabat hingga instansi penerima hingga pelaksanaan rapat-rapat. Sebut saja dalam daftar tersebut, rapat persiapan pembahasan Rp 20 juta, operasional Rp 10 juta, Kejari Rp 300 juta, dewan Rp 50 juta, sekpri Rp 50 juta, PU Rp 135 juta, dan peresmian taman Rp 30 juta.  Dalam daftar tersebut, ada tanda tangan Nugroho Widyanto alias Yayan dengan kapasitas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Sekretaris Dinas, Iwan Guritno.  
Apakah transaksi dan aliran dana yang tersebar di media tersebut benar ? Tim Saber Pungli belum bisa memastikan bahwa aliran dana atau daftar transaksi yang sudah tersebesar tersebut diakui kebenarannya. Bisa saja, ada pihak lain sengaja membuat daftar aliran dana dan menyebarkan kepada berbagai media. ''Kami juga sudah tahu daftar transaksi tersebut. Namun bagaimana kebenaratnya, belum bisa dipastikan," tegasnya.
Tim Saber Pungli pusat ini juga akan memanggil berbagai pihak untuk dimintai keterangan, termasuk nama-nama yang ada pada daftar transaksi itu. Keterangan akan sangat dibutuhkan untuk mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak. ''Harus ada penyelidikan terlebih dahulu. Nanti berbagai pihak itu juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan,'' tegas dia.(dan/feb/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top