Dinihari Geledah Among Tani


BATU - Tak hanya mengamankan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu. Satgas Saber Pungli juga mengobok-obok Balai Kota Among Tani pada Jumat (25/8) dinihari. Malang Post merekam secara dekat aktivitas Satgas, yang menggeledah Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) selama lebih dari satu jam.
Memang, usai diamankan di Jalan Dirgantara V nomor 35 Sawojajar Kamis (24/8) malam. ASN Pemkot Batu tidak hanya menjalani pemeriksaan di Mapolres Batu. ASN juga langsung digelandang ke kantornya di Balai Kota Among Tani hingga Jumat (25/5) dinihari .
Dari pantauan Malang Post, ada empat mobil rombongan tim Saber Pungli keluar dari Mapolres Batu sekitar pukul 00.12. Salah satu rombongan menggunakan mobil Toyota Innova, N1216 B warna hitam. Sedangkan tiga mobil lainnya adalah Daihatsu Xenia warna silver, Suzuki Escudo dan Toyota Avanza. Mobil Toyota Innova diketahui membawa salah satu ASN, Nugroho Widyanto alias Yayan.
Malang Post sebenarnya sempat merekam dalam bentuk video saat rombongan kendaraan keluar dari Mapolres Batu. Namun salah satu anggota tim meminta Malang Post untuk menghapusnya.
"Hapus...hapus mas. Besok saja (kemarin) kami rilis," tegas salah satu petugas.
Kemudian empat mobil tersebut meluncur cepat ke arah jalur Batu – Malang, lantas belok ke arah Batu. Rupanya, rombongan besar ini bakal menggelar penggeledahan, Malang Post berhasil mengikuti proses penggeledahan pada dinihari tersebut.   
Empat kendaraan tersebut tiba di halaman Balai Kota Among Tani 00.12. Mereka langsung keluar dari kendaraan dan masuk ke kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Batu.
Mereka lebih dulu meminta petugas jaga untuk membuka pintu. Setelah itu, anggota tim dan ASN langsung naik ke lantai tiga, lokasi kantor. Lampu kantor yang semula mati langsung dihidupkan sehingga tim leluasa memeriksa isi ruangan.
Dari pemeriksaan kantor tersebut, ruang Kepala Dinas diobok-obok paling lama. Bisa disebutkan, hampir semua waktu dihabiskan berada di ruangan Kepala Dinas selama berada di kantor Dinas Perumahan.
Kabid Cipta Karya DPKPP Nugroho Widyanto, alias Yayan ikut digelandang. Ia ditutupi jaket yang memiliki kerudung alias penutup kepala berwarna merah, dengan kawalan ketat. Beberapa kali ia difoto oleh tim Satgas, terutama saat berada di tangga yang berada di sektor paling barat Balai Kota Among Tani. Tangga ini terletak di atas Bank Jatim.
"Kami kaget dengan kedatangan mereka (tim Saber Pungli). Ada juga pejabat Pemkot juga sehingga kami langsung membuka pintu," terang salah satu petugas keamanan.
Rombongan Saber Pungli meninggalkan Balai Kota Among Tani sekitar pukul 00.57. Mereka membawa berkas yang dimasukkan pada beberapa tas. Berkas tersebut dimasukkan pada mobil Daihatsu Xenia warna silver. Sedangkan rombongan lain termasuk salah satu ASN kembali masuk mobil Toyota Innova. Mereka pun meninggalkan Pemkot Batu dan kembali ke Mapolres Batu.
Pemeriksaan berlangsung secara marathon hingga Jumat pagi.  Tiga pejabat Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu yang diperiksa penyidik Polres Batu di ruangan terpisah. Nugroho Widyanto, alias Yayan, dimintai keterangan di ruangan Kaur Mintu, Unit Min Ops.
Meski terlihat lelah, Yayan yang menggunakan baju batik ini mencoba tenang. Bahkan ketika pintu ruangan penyidik terbuka, dan mengetahui ada wartawan Yayan sempat melambaikan tangannya.
Sementara dua pejabat lainnya, Fafan Firmansyah, Kasi Bidang Perumahan dan Muhammad Hafid, Kasi Cipta Karya diperiksa diruang terpisah.  Ketiga pejabat ini diperiksa atas dugaan pungutan proyek pembangunan GOR Gajahmada yang dilaksanakan tahun anggaran 2016.
Sesuai dengan pagu pembangunan GOR Gajahmada ini sesuai pagu dianggarkan sebesar Rp 35 miliar dengan harga perkiraan sendiri sebesar Rp 29 miliar. Namun oleh pemenang lelang PT Gunadharma Anugerahjaya menawarkan harga sebesar Rp 28 miliar. (feb/dan/ary)

Berita Lainnya :

loading...