PT Guna Dharma Cantumkan Alamat Palsu


MALANG - Malang Post mencoba menelusuri alamat asal dari tersangka OTT Nugroho Widyanto alias Yayan pada, Jumat (25/8) kemarin. Menurut informasi, rumah pribadi yayan berada di Jalan Dirgantara V Kota Malang. Namun saat menelusuri jalan tersebut, beberapa warga yang ditanyai Malang Post mengaku tidak pernah mengenal warga bernama tersebut. Salah satu perangkat RT pun mengaku tidak mengetahui adanya ribut-ribut penangkapan seorang warga di kawasannya.
Akan tetapi, ketika bertemu seorang warga di kawasan Dirgantara V Blok C, Malang Post mendapatkan informasi bahwa Kamis malam memang terjadi sebuah aksi penggerebekan. Akan tetapi warga ini tidak mengetahui permasalahannya. "Benar. Ada ribut-ribut. Ada polisi. Bukan di sini. Tapi di pojok sana," ungkap pria ini sambil menunjuk arah kawasan Jalan Dirgantara VI.
Pria ini kemudian mengarahkan Malang Post ke sebuah rumah yang beralamat di Jalan Dirgantara VI B11 No 34. Ia meyakini rumah tersebutlah yang disatroni petugas pada Kamis malam. Saat tiba di rumah tersebut. Malang Post tidak dapat menemukan satu orang pun. Salah seorang perempuan tetangga, pemilik rumah no 33 ketika ditanya menyatakan, rumah yang dimaksud bukanlah rumah milik Yayan. Ia pun tidak mengetahui adanya keributan OTT Kamis malam. Akan tetapi, terdapat informasi menarik yang Malang Post dapat.
"Rumah ini bukan milik Pak Yayan. (pemiliknya) Bukan PNS juga. Tapi di sebelahnya itu rumah kantor kontraktor," tandas wanita ini dari balik pagarnya.
Sebelumnya, Malang Post sempat bertanya kepada beberapa penghuni rumah no. 35 yang dimaksud sebagai kantor perusahaan kontraktor tersebut. Malang Post sempat menanyakan apakah rumah tersebut milik Yayan, salah seorang penghuni rumah menjawab rumah itu bukan milik Yayan.
Sesaat setelah diberi pertanyaan ini, penghuni rumah terlihat bergegas-gegas mengepak barang-barang mereka masing-masing. Kurang lebih 15 menit, rumah no 35 tersebut sudah ditinggalkan penghuninya dan ditutup. Saat itu Malang Post sedang berbincang-bincang dengan perempuan pemilik rumah no.33.
Menurut pantauan Malang Post, rumah no 35 tersebut memang terlihat seperti rumah yang disewa untuk sebuah kantor.
Rumah ini diduga adalah kantor dari kontraktor H Zaini. Akan tetapi, saat dikonfirmasi, beberapa tetangga tidak ada yang dapat menyatakan bahwa rumah kantor tersebut milik Zaini. Beberapa warga sekitar hanya dapat membenarkan bahwa rumah itu merupakan kantor sebuah perusahaan kontraktor yang Kamis malam didatangi banyak aparat polisi.
Sementara itu alamat Yayan sendiri, belakangan diketahui berada di Pondok Blimbing Indah B7 no 26.
Sementara itu, penelusuran Malang Post di Jalan Wahid Hasyim No. 80, RT03 RW03, Desa Talok, Kecamatan Turen, tidak menemukan kantor PT. Guna Dharma Anugerah Jaya. Padahal sesuai data yang tercantum pada LPSE Kota Batu, alamat perusahaan ada di jalan tersebut.
Di sepanjang Jalan Wahid Hasyim, nomor rumah yang berada di wilayah RT03 RW03, tidak sampai nomor 80. Nomor rumah hanya sampai 30-an saja. “Kalau Jalan Wahid Hasyim yang masuk wilayah RT03 RW03, hanya di sepanjang ini saja. Tidak ada rumah atau kantor nomor 80,” ujar salah satu warga sekitar kepada Malang Post.
Termasuk perkampungan di wilayah RT03 RW03 Gang Kembang, Jalan Wahid Hasyim, juga tidak ada rumah atau perkantoran nomor 80. “Di RT03 RW03 ini nomor rumah paling besar adalah nomor 50. Sama sekali tidak ada (kantor PT. Guna Dharma Anugerah Jaya, red) di wilayah ini,” tutur warga lainnya.
Malang Post juga sempat masuk di beberapa gang lain, tidak ada rumah atau kantor PT. Guna Dharma Anugerah Jaya. Warga sekitar menyebut, beberapa pekan terakhir banyak warga yang mencari alamat dan kantor perusahaan tersebut. Namun mereka juga tidak bisa menemukan alamat kantor tersebut. “Sebelumnya banyak yang mencari alamat itu. Tidak tahu dari mana, namun mereka juga tidak menemukan alamat tersebut. Karena sama sekali tidak pernah ada kantor PT. Guna Dharma Anugerah Jaya di wilayah sini,” papar mereka.(ica/agp/han)

Berita Lainnya :

loading...