Laka Maut, Empat Tewas 11 Luka Berat


MALANG - Kecelakaan maut yang merenggut empat nyawa serta belasan korban luka-luka terjadi di Jalan Raya Kertanegara, Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso,  Kabupaten Malang, Jumat (25/8) sore kemarin. Peristiwa tragis sekitar  pukul 16.45 WIB ini melibatkan truk tronton, angkutan umum, delapan pengendara motor serta mobil panther. Selain itu, dua rumah milik warga juga mengalami kerusakan.
Menurut beberapa saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan bermula dari truk tronton (pengangkut bego/katrol) Nopol N 9065 UK yang melaju dari arah Batu menuju Karanglo. Saat jalan menurun,  tepatnya di depan Ruko Jalan Kertanegara, Desa Girimoyo truk ini mengalami rem blong.
Sopir truk yang kini masih melarikan diri tak bisa menghentikan laju kendaraan besarnya itu. Karena rem blong, sopir berusaha menghentikan truk dengan menabrakkannya ke tiang listrik yang ada di tepi jalan. Namun karena truk berukuran besar dan berat, tabrakan itu tak menghentikannya. Truk tetap melaju deras ke arah timur.
Karena truk masih melaju, sopir berusaha menabrakkan truk ke tembok pembatas (buk) yang ada di tepi jalan. Lagi-lagi, kendaraan besar itu tak berhenti dan terus meluncur deras. Dalam waktu bersamaan, ada satu penyeberang jalan Heru Jatmiko, 40 tahun, melintas. Ia tak sempat menghindar dan langsung tersambar truk besar itu. Nyawa Heru selamat, namun ia mengalami luka berat.
Namun, peristiwa mengerikan ini tidak berhenti sampai di situ. Saat truk tronton masih melaju, dari arah berlawanan muncul mikrolet jurusan Karangploso-Arjosari (KA) yang mengangkut beberapa penumpang. Tak sempat menghindar, mobil angkutan ini pun ikut disantap truk tersebut hingga kondisinya hancur. Bahkan karena kerasnya benturan, kap mobil mikrolet terbuka. Badan mobil pun penyok di sana sini.
Tabrakan keras dengan angkutan umum itu  tak membuat laju truk berhenti. Mikrolet itu ikut terseret laju truk yang kencang. Bahkan, beberapa motor yang ada di belakang angkutan pun jadi korban. Delapan motor disambar hingga semburat berjatuhan. Benar-benar mengerikan.  
Meski sudah menyambar mikrolet dan delapan motor, laju truk pun belum juga berhenti dan terus meluncur. Truk besar itu menerjang kendaraan lain, kali ini adalah mobil Panther yang melaju ke arah Batu. Truk baru berhenti setelah menabrak bengkel salah satu warga setempat. Dari rem blong hingga berhenti di depan Perum Palm Regency, truk melaju  sepanjang hampir 800 meter.
Akibat kecelakaan tragis itu, empat korban meninggal dunia dan belasan lain mengalami luka berat. Para korban dilarikan ke RS Prasetya Husada dan Puskesmas Karangploso. Para pengendara motor yang banyak menjadi korban jiwa. Empat orang yang meninggal dunia adalah para pengendara motor. Yakni  Kuswanto, berusia 30 tahunan warga Takeran, Desa Ngijo RT03/RW07, Kecamatan Karangploso,  Sujatmiko 35 tahun, warga Jalan Sumpil II/30A, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Keduanya merupakan pengendara Revo.
Sedang dua korban lain Warsiti (54), warga dusun Kendalsari RT07/RW08, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Warsiti merupakan penumpang ojek. Lalu Winarti (35), warga Dusun Kendalsari RT04/RW08, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.  Winarti merupakan pengendara sepeda motor Mio Soul.
‘’Dua korban meninggal di TKP dan dua lagi meninggal saat di rumah sakit,’’ kata Wakapolres Malang Hermansyah yang turun langsung ke lokasi kejadian kepada Malang Post.
Sementara itu Jasa Raharja Perwakilan Malang langsung mendata jumlah korban kecelakaan beruntun itu. Jumlah korban keseluruhan sebanyak 15 orang. 11 di antaranya mengalami luka-luka, sedangkan empat orang meninggal dunia.
"Jumlah keseluruhannya ada 15 korban. Dua tewas di TKP, dua lagi meninggal saat perawatan, lainnya luka-luka," ungkap Nurkholik, penanggungjawab keuangan Jasa Raharja Perwakilan Malang.
Menurut Nurkholik, seluruh korban kecelakaan beruntun tersebut akan mendapatkan asuransi santunan dari Jasa Raharja. Baik untuk korban luka-luka ataupun keluarga korban meninggal dunia.
Untuk korban perawatan atau luka-luka, maksimal akan mendapat asuransi santunan sebesar Rp 20 juta. Asumsinya, jika biaya perawatan di bawah Rp 20 juta, akan dibayar sesuai besaran biaya perawatan yang dikeluarkan. "Jika biaya perawatannya lebih atau di atas Rp 20 juta, maka hanya akan dibayar biaya maksimal saja sebesar Rp 20 juta," ujarnya.
Sedangkan untuk korban meninggal dunia, asuransi santunan yang diberikan sebesar Rp 50 juta. Pemberian santunan akan disampaikan setelah semua berkas persyaratan telah lengkap. "Pemberian santunan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan nomor 15 dan 16 tanggal 13 Februari 2017, tentang besaran santunan Undang-undang nomor 33 dan 34 tahun 1964," paparnya.(mg1/agp/jon)

Berita Lainnya :