Tewaskan Dua Orang, Sopir Truk Kabur

 
MALANG - Dua nyawa melayang dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Banjarejo Kecamatan  Pagelaran, Jumat (25/8) malam. Kedua pengendara motor ini, tewas di lokasi setelah menjadi korban tabrak lari. Kasusnya kini masih penyelidikan Unit Laka Lantas Polres Malang.
Kedua korban tewas adalah Lutfi Andri, 32, warga Dusun Baran Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi. Dan Muhammad Rizki Ardiansyah, 18, warga Dusun Wates Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi. Mereka berboncengan sepeda motor Honda Supra N 3297 DX.
"Kasusnya masih kami selidiki. Karena tidak ada saksi mata yang melihat kejadian secara langsung. Saat ini, kami masih meminta keterangan saksi-saksi," ujar Kaposlaka Lantas Bululawang, Iptu Ganeth.
Peristiwa kecelakaan maut itu, terjadi sekitar pukul 20.30. Kedua korban berboncengan sepeda motor. Lutfi Andri yang membonceng, sedangkan M Rizki yang dibonceng. Mereka melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi yang sepi dan gelap, motor yang dikendarai mereka diserempet oleh kendaraan lain yang berjalan searah. Karena kaget membuat motor yang dikendarai keduanya oleng lalu terjatuh.
Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan ada kendaraan truk tak dikenal yang langsung menabrak tubuh kedua korban. Akibatnya kedua korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius di kepala. Kendaraan truk tak dikenal usai menabrak langsung kabur. Warga sekitar yang mengetahui kejadian, langsung datang ke lokasi untuk menolong kedua korban. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan ke Polsek Pagelaran dan Pos Laka Lantas Bululawang.
"Kami tidak tahu mereka dari mana. Namun kalau dari arah selatan, kemungkinan mereka dalam perjalanan pulang," tutur Rianto, Kepala Desa Urek-urek saat ditemui di kamar mayat RSSA Malang, dini hari kemarin.
Rianto mengatakan, korban M Rizki, memang asli warga Desa Gondanglegi Wetan. Namun selama ini dia tinggal dengan ayahnya di Desa Urek-urek dan bekerja di pembuatan batu bata. "Orang tuanya bercerai, makanya dia ikut ayahnya," katanya.
Sedangkan korban Lutfi Andri, adalah bapak dua anak. Ia tinggal di rumah dengan orang tua dan kedua anaknya yang masih kecil. Sementara istrinya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura.(agp/lim)

Berita Lainnya :

loading...