magista scarpe da calcio Sopir Truk Maut , Baru Pertama Kali Bawa Tronton


Sopir Truk Maut , Baru Pertama Kali Bawa Tronton


Malang Post - Musibah, tidak ada yang tahu kapan datangnya. Begitu juga dengan kecelakaan maut yang merenggut empat nyawa dan belasan orang luka-luka di Jalan Kertanegara, Desa Girimoyo, Karangploso, Jumat (25/8) sore lalu.
Iwan Prasetyo, pengemudi truk maut yang kini diamankan di Unit Laka Lantas Polres Malang terlihat kusut. Ditemui Malang Post kemarin, warga Jalan Gadang Malang ini masih terlihat trauma. Rasa takut tampak dari raut wajahnya.
Pasca peristiwa itu, Iwan langsung diamankan. Ia tidak diperbolehkan keluar dari ruangan penyidikan. Ini untuk antisipasi keselamatannya, karena takut ada pihak keluarga korban yang masih tidak terima. "Ada di dalam ruangan. Sengaja saya sembunyikan, karena sejak pagi banyak keluarga korban yang datang. Takut terjadi apa-apa pada sopir truk itu," kata salah satu petugas.
Memakai jaket warna kuning dan celana pendek, Iwan mengaku dirinya memang sopir truk dan bekerja di PT Wijaya Putra, Pakis sejak 2013. Selama ini ia mengemudikan truk trailer untuk pengiriman barang.
Truk maut yang menabrak belasan orang itu, sebetulnya bukan pegangannya. Iwan baru sekali itu mengemudikan truk tronton tersebut. "Truk itu (truk maut, red) biasanya digunakan untuk mengangkut barang di pabrik (garasi, red)," ucap Iwan Prasetyo.
Ia mengemudikan truk maut itu, karena diminta oleh Poniran (pengurus Wijaya Putra). "Truk yang biasa saya pegang rusak. Saat itu habis memperbaiki di pabrik, lalu dimintai tolong oleh pengurus," ujarnya.
Karena yang meminta tolong pengurus, Iwan tidak bisa menolak. Bersama tiga orang lain, yakni Poniran, Rizki (kenek truk) dan seorang lagi adalah bagian mekanik. Mereka berangkat pukul 14.30 untuk mengambil mesin truk di wilayah Kecamatan Karangploso.
Ketika berangkat, Iwan mengatakan sama sekali tidak ada kendala pada truk maut. Kondisi rem dan persneling masih stabil. Begitu juga ketika usai mengambil mesin, sama sekali tidak ada kendala apapun.
Iwan baru menyadari kondisi rem tidak berfungsi, saat mendekati lokasi. Ada pengendara motor yang membawa rumput, tiba-tiba menyalip dan memotong dari kanan. Iwan yang kaget, spontan menginjak rem.
"Tetapi rem tidak berfungsi, truk terus jalan. Saya sudah mengurangi kecepatan dan memasukkan persneling ke gigi satu, tetap saja tidak berfungsi," jelas pria bertubuh mungil ini.
Menyadari hal itu, Iwan panik. Ia tidak bisa lagi mengendalikan truk. Pilihannya adalah membanting kemudi ke kiri atau ke kanan. Dengan cepat, ia memutuskan untuk membanting kemudi ke kanan.
"Pilihannya, saya banting ke kanan. Kalau saya banting ke kiri, malah semakin banyak korban karena banyak orang di sebelah kiri, lantaran karyawan pabrik baru pulang," terangnya.
Iwan berusaha menghentikan truk dengan menabrakkan truk itu ke buk (tembok rendah di pinggir jalan), namun truk tetap melaju dan tidak berhenti. Hingga akhirnya menyeret mikrolet, delapan sepeda motor dan Panther. Ketika truk itu menabrak bengkel warga dan bisa berhenti, pikiran Iwan kalut dan takut. Ia takut menjadi sasaran amuk massa yang marah atas peristiwa tersebut. Ia pun memutuskan untuk kabur. Iwan naik angkot menuju garasi truk di Pakis. Ia lantas memberitahukan kepada pengurus lain tentang kejadian yang baru dialami. Selanjutnya, pengurus menghubungi Unit Laka Lantas Polres Malang, untuk kemudian mengantarkan Iwan menyerahkan diri.
"Saya pasrah dengan kejadian ini. Tetapi terus terang, peristiwa ini sama sekali tidak saya duga dan tidak saya inginkan," paparnya dengan nada lirih.(agp/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top