magista scarpe da calcio Kena OTT, Yayan Tidak Ada di Rumah Ortunya


Kena OTT, Yayan Tidak Ada di Rumah Ortunya


BATU - Salah satu terperiksa dalam OTT Satgas Saber Pungli, Nugroho Widyanto, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu tidak pulang ke rumah orang tuanya. Saat Malang Post mendatangi rumahnya di Perum Pondok Blimbing (PBI)  Blok B7 RT06 RW05, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, seorang pria yang mengaku sebagai adik ipar memilih bungkam.
“Maaf saya tidak tahu, dan tidak mau berkomentar dulu,’’ kata seorang pria yang mengaku sebagai adik ipar Nugroho Widhianto ini.
Saat Malang Post datang, pria yang enggan menyebutkan namanya ini sempat tersenyum saat membuka pintu, setelah mendengar bel berbunyi. Namun demikian, wajahnya pun berubah saat mengetahui yang datang adalah wartawan. Bahkan, pria ini juga tidak mau membukakan pintu, alias wawancara pun dilakukan dengan pintu gerbang masih terkunci.
Dari beberapa pertanyaan yang diajukan Malang Post, pria yang kemarin menggunakan kaos warna hitam ini juga sedikit acuh. Dia hanya menjawab singkat-singkat saja pertanyaan wartawan.
Namun demikian pria ini mengetahui jika Yayan nama panggilan Nugroho Widyanto kena OTT.
”Iya, kemarin diberi tahu. Tapi tidak tahu kasunya, dan ceritanya, maaf ya,’’ tambahnya. Pria
itu sendiri menyebutkan, rumah di PBI merupakan rumah orang orang tua Yayan. Sementara Yayan sendiri tinggal di Malang. Tapi sayang, pria yang kemarin menggunakan kaos warna hitam ini tidak menyebutkan di mana Yayan tinggal.
Ditanya apakah dia sering bertandang ke rumah tersebut? Pria ini mengatakan jarang. Bahkan pernah sampai dua minggu dia tak datang. ”Saya tinggal di sini dengan istri dan orang tua,’’ tambahnya.
Pria ini pun langsung pamit  masuk. Rumah itu sendiri sebetulnya tidak terlihat mewah. Di depan rumahnya menggantung tas plastik warna hitam yang isinya diduga kuat adalah sampah. Di bagian dalam atau halaman rumahnya banyak bunga-bunga. Sedangkan digarasi terdapat satu unit mobil warna gold parkir.
Nama Yayan sendiri tidak banyak dikenal di perumahan tersebut. Terbukti, saat Malang Post menanyakan keseharian Yayan, mereka pun sempat bingung.
”Yayan itu siapa? Sebelah ini rumahnya dr Tarbinu,’’ kata seorang pria yang tinggal di sebelah rumah Yayan.
Menurut informasi yang dihimpun Malang Post, Yayan adalah putra kepala Rumah Sakit Saiful Anwar era 1990. Jika merunut data, maka tahun 1998 – 1999 RSSA dipimpin dr. Tarbinu Kasmono, MPH. Kini beliau sudah almarhum.
“Yayan ini dulu arsitek hebat, jika tidak salah desain RSSA juga dia, termasuk desain perumahan elit dan kantor di Malang, pengembang besar sering memakai jasanya,” ungkap sumber Malang Post.(dan/ira/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top