magista scarpe da calcio Saksi Duit OTT, Diduga Menghilang


Saksi Duit OTT, Diduga Menghilang


BATU - Polres Batu melepas tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu yang terkena operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (24/8). Diduga karena saksi yang menyerahkan duit barang bukti menghilang, sehingga tak cukup bukti. Padahal, masa kewenangan pemeriksaan hanya 1 x 24 jam.
Penyidik Polres Batu dipersilahkan tiga ASN pulang ke rumah masing-masing, Sabtu (26/8) dini hari. Mereka sudah beberapa jam menjadi terperiksa kasus dugaan pungutan liar dalam proyek GOR Gajahmada, Kota Batu, Kondisi tersebut membuat Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam heran, sebab seharusnya sudah ada peningkatan status.
Ya, tiga ASN, Nugroho Widyanto, alias Yayan, Kabid Cipta Karya, Fafan Firmansyah, Kasi Bidang Perumahan dan Muhammad Hafid, Kasi Cipta Karya, ketiga terperiksa hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) sudah tidak terlihat lagi, kemarin (26/8) siang.
Meskipun barang bukti berupa mobil grand Livina warna Abu-Abu nopol N 1707 BS masih terlihat terparkir di halaman Mapolres Batu. Tidak terlihat aktivitas pemeriksaan terhadap terperiksa lain dalam kasus yang sama.
Malah terlihat, ruangan-ruangan di Kantor Satreskrim Polres Batu terlihat kosong. Begitu juga dalam daftar tahanan Mapolres Batu, tidak tercantum deretan nama ketiga terperiksa.
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto ketika dikonfirmasi masalah ini memilih untuk tidak berkomentar. "Mohon maaf ya, soal itu (OTT) saya no comment, kawan-kawan langsung konfirmasi saja kepada Jenderal (Ketua Tim Saber Pungli pusat-red) langsung," ujarnya sambil memasuki mobil dinasnya.
Dari pantauan Malang Post, Jumat (25/8) hingga pukul 23.30 penyidik dari Satreskrim Polres Batu masih melakukan pemeriksaan terhadap 3 pejabat terperiksa tersebut.  Di tengah pemeriksaan malam itu, Tim Penyidik dari Tim Saber Pungli Kemenkopolhukam juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang berinisial DDK, salah satu Pimpro PT Gunadharma Anugerahjaya.
Sekitar pukul 23.45, sejumlah wartawan yang masih menyanggong di depan ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu diminta untuk meninggalkan ruangan oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) karena sudah terlalu larut.
Kepala Bidang Operasi Saber Pungli Pusat Kemenkopolhukam, Brigjend Widiyanto Poesoko membenarkan bahwa penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban hingga dini hari.
Widiyanto ketika dikonfirmasi terkait status ketiga terperiksa, ia membenarkan hingga saat ini, ketiganya masih berstatus saksi belum ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perhitungan Tim Saber Pungli dalam kondisi saat ini harusnya sudah ada peningkatan status.
"Saya pun heran, tersangka, barang bukti, para saksi dan tersangka sudah mengaku penerimaan dana sesuai daftar tersebut dan semuanya sudah lengkap, yang pasti keputusan kapolres sebagai pihak yang memproses selanjutnya," ujar Widiyanto kepada Malang Post, kemarin (26/7).
Ia mengatakan harusnya semua unsur sudah lengkap dan memenuhi syarat untuk ditingkatkan menjadi penetapan tersangka. Semua itu menjadi kewenangan kapolres untuk memproses.
"Yang memiliki giat ops adalah Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kota Batu, Tim Saber Pungli Pusat hanya mengawasi dan memonitor tindakan UPP tersebut," ujar Widiyanto.
Dalam kasus ini, kemudian yang memproses adalah Polres Batu. Ada dugaan bahwa saksi yang menyerahkan uang sesuai temuan OTT menghilang. Sehingga, tak ada cukup bukti untuk menyatakan duit itu adalah berasal dari kontraktor.
"Jadi mungkin karena saksi yang menyerahkan uang sulit dihubungi untuk dimintai keterangan sehingga waktu kewenangan 1 x 24 jam habis, maka untuk sementara dilepas dulu," ujarnya.
Meski demikian, Widiyanto mengatakan proses hukum terus berjalan. "Itu harus dan Pasti," ujar Widiyanto. Hingga kini Tim Saber Pungli Kemenpolhukam masih berada di Kota Batu untuk melakukan pengembangan-pengembangan kasus yang kini ditangani ini. "Iya kita masih di Batu," ujar Widiyanto.(dan/ira/ary)

Berita Lainnya :